Memberdayakan Masyarakat Desa Terencana

Senin, 24 Oktober 2016 | 21:01:23 WIB
Memberdayakan Masyarakat Desa Terencana
Ket Foto : Bupati Rohil H Suyatno dan Plt Kepala Bapemas Rusli Syarief menyerahkan bantuan mesin kapal kepada nelayan Rohil. (adv)
GAMBARAN masa depan ideal yang ingin dicapai dan direalisasikan Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Rohil menyangkut dasar pondasi dalam proses perencanaan. Sehingga, Bapemas tetap eksis dan inovatif dalam pencapaian tujuan melalui berbagai programnya.
 
Pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa yang terencana digesa agar mewujudkan masyarakat mandiri dan berdaya saing menjadi sasarannya. Mengerakkan kemampuan desa melalui lembaga dan masyarakat untuk mengatasi segala permasalahan yang dihadapi kerap dilakukan Bepemas Rohil.
 
Semua itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dengan segenap potensi yang ada padanya, dengan memanfaatkan sumber daya setempat dengan kearifan lokal. Menggandeng masyarakat yang memiliki kemampuan, baik individu, kelompok dan kelembagaan untuk berprakarsai desa yang berswadaya menjadi targetnya.
 
Dasar strategi Bapemas berusaha terus menjadi alat penting untuk mengarahkan masyarakat yang mencerminkan upaya mewujudkan masyarakat Kabupaten Rohil yang profesional dan andal. "Meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan desa agar pengembangan usaha ekonomi masyarakat merupakan upaya penguatan dan pemberdayaan. Dengan begitu, Menumbuh-kembangkan peran serta masyarakat dalam proses pembangunan dengan pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) menjadi tujuan utama kita," papar Plt Kepala Bapemas Rohil, Rusli Syarief. 
 
Rusli Syarief yang juga Asisten I Pemerintahan Setda Rohil ini menerangkan, peningkatan sumber daya dan prasarana desa serta peningkatan kesejaterahan keluarga, termasuk peningkatan peranan wanita dalam pembangunan juga hal yang sangat tak terpisahkan dalam mencapai sasaran Bapemas.
 
Kemudian, yang tak kalah pentingnya, penguatan internal Bapemas antar bidang sumber daya yang semuanya akan mendukung kelangsungan hidup organisasi terus diperkuat. Dengan melakukan analisa lingkungan internal, sambung Rusli Syarief, penerapan metoda analisis SWOT (Sternghts, Weakness, Opportunities dan Threats), akan membantu organisasi untuk mengoptimalkan kekuatan dan meminimalkan kelemahan secara internal.
 
"Kekuatan dan kelemahan tersebut akan dijadikan alat untuk meraih peluang, serta menghindari ancaman. Pemahaman lingkungan internal akan memberikan pemahaman kepada organisasi akan kondisi dan kemampuan organisasi, dimana lingkungan internal ini sangat mempengaruhi keberhasilan Bapemas," jelas Rusli Syarief.
 
Kekuatan (strenghts), ulas Rusli Syarief, adalah situasi dan kemampuan yang bersifat positif untuk memungkinkan Bapemas mencapai tujuan. "Mengerakkan, memandirikan dan memberdayakan seluruh komponen masyarakat dengan berfokus pada peningkatan kapasitas pengetahuan, keterampilan teknis dan perubahan pola pikir, sikap dan prilaku terus kita lakukan," sebut Rusli Syarief.
 
Kemudian, jelasnya kembali, peningkatan peranan, BPD dan LPMD serta kelembagaan masyarakat desa lainnya dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya untuk kesejahterahan keluarga dengan mengembangkan usaha masyarakat dan lembaga ekonomi masyarakat adalah tujuan Bapemas Rohil. "Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan sumber daya alam dan teknologi tepat guna juga terus kami lakukan," sambung Rusli Syarief.
 
Meningkatkan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup dan sumber daya perempuan, serta peningkatan gizi anak juga tidak dikesampingkan Bapemas. Sehingga, akan terciptalah suasana yang mendukung kecerdasan dan aktifitas anak.
 
"Untuk itulah kita terus menciptakan aparatur yang memiliki etos kerja, meningkatkan kualitas pembangunan melalui pengawasan dan penyempurnaan sistim perencanaan, pengendalian program, monitoring dan evaluasi kinerja. Kemudian, peran serta pemerintahan desa dan kelembagaan masyarakat dalam pembangunan desa juga kami perkuat. Mengembangkan sarana dan prasarana sosial ekonomi masyarakat, serta memasyarakatkan dan meningkatkan pemanfaatan teknologi tepat guna," papar Rusli Syarief.
 
Maka, tujuan pembangunan yang dicapai Bapemas membawa perubahan bagi pemerintah dan masyarakat. Ke depan, Bapemas mentitikberatkan pekerjaanya sesuai dengan visi dan misi Bupati H Suyatno dan Wabup Drs Jamiludin dengan terus membina desa. Sehingga, terwujud sumber daya masyarakat dan kelembagaan yang ada agar desa mandiri tercapai. (adv)
 
Plt Kepala Bapemas Rohil, Rusli Syarief memeriksa dokumen pembangunan ribuan Rumah Layak Huni dengan Sekertarisnya, Syamsul Kidul serta staf. (adv)
 
Bangun 1.033 PAH Penuhi Kebutuhan Air Bersih
 
BADAN Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) akan membangun 1.033 Penampungan Air Hujan (PAH) di seluruh kecamatan, terutama wilayah pesisir Kabupaten Rohil. Sedangkan, tahun 2014-2015, PAH yang sudah menyebar sebanyak 3.352 unit.
 
Hal itu diungkapkan Plt Kepala Bapemas Rohil, Rusli Syarif, di Bagansiapiapi, Senin (26/9). Rusli menjelaskan, tak hanya ribuan PAH yang dibangun. Pihaknya juga telah memenuhi sebanyak 26 unit sumur bor tahun 2014-2015, dan di tahun ini dianggarkan tiga unit sumur bor untuk wilayah pesisir pantai.
 
"Melalui perluasan PAH dan sumur bor, sasaran kita masyarakat dapat  meningkatkan keterampilan di berbagai bidang. Sebab, air adalah sumber kehidupan masyarakat," sebut Rusli Syarif yang juga Asisten I Pemerintahan Setdakab Rohil ini.
 
Diterangkannya kembali, dalam meningkatkan ketahanan pangan melalui Lumbung Desa, PAH dan sumur bor juga menjadi andalan perluasan tujuan petani. "Lewat dukungan pengadaan PAH dan sumur bor, setidaknya pembangunan sarana dan prasarana pedesaan menjadi rata. Kemudian, meningkatkan pelestarian lingkungan di pedesaan terutama Desa Pantai dan daerah aliran sungai. Sehingga, rendahnya produktiviatas kerja dan rendahnya peluang dapat diatasi," papar Rusli Syarif.
 
Akibat kurangnya kebutuhan air bersih, sambung Rusli Syarif, tak sedikit masyarakat pedesaan kehilangan mata pencaharian. "Untuk mengatasi dan  memecahkan masalah inilah kita bangun PAH dan sumur bor di hampir seluruh desa. Namun demikian, kita tetap berharap partisipasi masyarakat dalam proses hingga pengawasan pembangunan. Dengan begitu, 
 
menumbuh kembangkan ekonomi produktif keluarga dan masyarakat yang berbasis pada perekonomian masyarakat dapat tercapai," papar Rusli Syarif. (adv)