Pembangunan Perumahan dan Pemukiman

Kesejahteraan Masyarakat Seiring dengan Pembangunan Pemukiman

Jumat, 21 Oktober 2016 | 22:00:29 WIB
Kesejahteraan Masyarakat Seiring dengan Pembangunan Pemukiman
Ket Foto : Gubri Arsyadjuliandi Rachman didampingi ASS I, Kadis Binamarga, Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Gubri Tinjau Rusunawa.

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sangat mendukung sebuah program yang diberi nama Program Nasional Sejuta Rumah. Proyek Program Sejuta Rumah Pemerintah Presiden Jokowi ini direncanakan dibuat di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Provinsi Riau sendiri akan dibangun sebanyak 6.523 rumah.

Pemprov Riau siap bekerjasama dengan developer dan pihak terkaitnya dalam mensukseskan program tersebut. Untuk mendorong itu agar sesuai yang diharapkan, beberapa waktu lalu Pemprov Riau telah mengadakan acara Silaturahmi Developer Gathering bersama Bank BTN, BPJS dan BAPERTARUM, di salah satu hotel di Pekanbaru.
 
Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman menyebut, tujuan pembangunan pemukiman dan perumahan di Provinsi Riau ini adalah untuk mengurangi backlog atau kekurangan ketersediaan rumah yang saat ini mencapai 15 juta unit rumah. Target unit rumah yang akan dibangun Pemprov Riau sebanyak 603.516 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan juga 396.484 unit untuk non MBR.
 
 Satker PKP Provinsi Riau Sosialiasikan PISEW Tahun 2016.
 
"Potensi investasi perumahan di provinsi tersebut cukup besar. Beberapa area strategis yang ada tidak hanya memberikan potensi ekonomi yang sangat besar, melainkan juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarat Riau. Salah satu potensi tersebut adalah dalam pengembangan perumahan. Jangan sampai peluang ini hanya dilewatkan begitu saja," papar Gubri beberapa waktu lalu.
 
Gubri juga mengapresiasi kebijakan dan strategi pembangunan perumahan dan permukiman di Provinsi Riau yang juga dilakukan Real Estate Indonesia (REI). Menurutnya, REI membuat rumah impian bagi kaum dhuafa, sementara pemerintah daerah setempat berkontribusi untuk membangun akses jalan menuju pemukiman itu.
 
Sementara, Pemprov Riau melalui Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Sumber Daya Air akan membangun jalan dan drainase sepanjang 1,6 kilometer yang tersebar di tiga titik perumahan tersebut. "Karena REI membantu perumahannya, Pemprov sendiri membangun jalannya," kata Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Sumber Daya Air, Dwi Agus Sumarno beberapa waktu lalu.
 
Pemprov Riau Siap Sukseskan Program Pembangunan Sejuta Rumah.
 
Kata Dwi, pembangunan jalan rumah impian dhuafa ini berupa seminisasi. Pemerintah juga membantu pembuatan drainase untuk memperlancar saluran air. Melalui program ini pula tentunya, diharapkan bagi masyarakat bisa lebih terjangkau untuk mewujudkan rumah impian yang mendapatkan subsidi langsung dari pemerintah.
 
Dwi juga menyebut, dukungan oleh Pemerintah Pusat telah diberikan pada tahun 2009 sampai dengan 2015 yang dikenal dengan program RIS PNPM/PPIP, tentunya merata di 10 kabupaten di Provinsi Riau. Pemerintah Pusat pada tahun 2016 kembali memberikan dukungan dana dan program yaitu program PISEW untuk 2 kabupaten terdiri dari 10 kecamatan.
 
"Program PISEW yang baru pertama kali diluncurkan di Provinsi Riau menggunakan pendekatan Tribina, yaitu bina manusia, bina lingkungan, dan bina usaha. Dengan adanya kebijakan politik dan berakhirnya bantuan luar negeri untuk pembangunan di kawasan perdesaan, maka pada tahun 2016 ini, Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman mengembangkan PISEW dengan biaya dari APBN 2016 sebesar Rp. 1,5 Miliar per kecamatan,” paparnya. (adv)