Optimalisasi Investasi di Riau Melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Rabu, 24 Agustus 2016 | 23:28:00 WIB
Optimalisasi Investasi di Riau Melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Ket Foto : Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman mendampingi kunjungan Mendagri Tjahjo Kumolo di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Provinsi Riau. (adv)
PEKANBARU - Seiring pesatnya pembangunan di Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus berupaya mengotimalkan pelayanan. Terlebih letak geografis Provinsi Riau yang berada di kawasan jalur perdagangan Internasional dinilai sangat strategis sebagai pusat investasi di Sumatera. Hal ini yang memungkinkan para investor untuk berinvestasi di Provinsi Riau.
 
Salah satu upaya agar menarik para investor, Pemprov Riau melalui Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Riau terus mengoptimalisasikan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Tujuan dari optimalisasi satu pintu ini untuk memberikan pelayanan yang sangat mudah dan transparan. 
 
Para investor asing maupun lokal akan dapat merasakan kemudahannya dalam mengurus perizinan usaha sesuai dengan tagline Cepat, Efisien, Responsif, Integritas, dan Akuntabel 'CERIA' yang diekpos Pemprov Riau pada HUT ke-59. Artinya setiap pelaku usaha dapat memperoleh informasi mengenai prosedur, waktu, dan biaya secara online melalui website yang telah disediakan BP2T yaitu bp2t.riau.go.id.
 
Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau, Evarefita, SE, M.Si. menyambut kunjungan kerja Komisioner Bidang Pengaduan Ombudsman Republik Indonesia beserta rombongan Asesmen Komisioner Ombudsman RI. (adv)
 
Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, dengan kemudahan dalam pelayanan akan mampu meningkatkan dan pemerataan perekonomian masyarakat, sehingga lapangan kerja akan lebih terbuka lebar seiring dengan banyaknya investasi di Riau. Selain itu, Pemprov Riau juga telah mampu meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap proses pelayanan perizinan dan non perizinan melalui pengukuran indeks kepuasan masyarakat (IKM) dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhan.
 
Jumlah nilai interval konversi IKM yang mencapai 82.25 dengan kategori mutu pelayanan 'A' (Sangat Baik), BP2T Provinsi Riau, memperoleh beberapa penghargaan, antara lain, Nominasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) terbaik (Investment Award), Citra Pelayanan Prima (CPP) dan Penilaian terbaik Ombudsman terkait kualifikasi kepatuhan terhadap Undang-Undang Pelayanan Publik.
 
"Untuk itulah kita akan melengkapi langkah-langkah terdahulu dengan memperkuat kapasitas kelembangaan pemerintah daerah melalui pemanfaatan teknologi," kata Gubri.
 
Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Pemprov Riau juga berupaya dengan berbagai jalan, termasuk memanfaatkan teknologi informasi. Dalam dua tahun terakhir Pemprov terus berusaha mewujudkan sistem yang disebut dengan e-Government, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral terhadap pelaksanaan pembangunan dalam era kemajuan teknologi ini.
 
Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman didampingi Walikota Pekanbaru Firdaus, dan CEO Trans Corp Chairul Tandjung melakukan ground breaking (peletakan batu pertama) pembangunan komplek Transmart di Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru. (adv)
 
"Penerapan e-Government dapat menjalin hubungan yang baik, efisien, efektif, dan ekonomis antara pemerintah dengan masyarakat maupun dengan dunia usaha, yang bertujuan memperpendek jalur birokrasi kepada masyarakat," sebutnya.
 
Lanjut Gubri, hal ini diperlukan mengingat dinamika masyarakat saat ini menuntut kompetensi dan kapasitas. Pemerintah harus dapat menyesuaikan fungsinya dalam negara, sehingga masyarakat dapat menikmati haknya dan menjalankan kewajibannya dengan nyaman dan aman.
 
"Langkah untuk menerapkan e-Goverment sudah tidak bisa kita tunda lagi, meskipun kita harus mengalokasikan dana yang besarnya belum sebanding dengan hasil yang diperoleh. Kebijakan ini kita ambil untuk memperbaiki kualitas pelayanan pemerintah kepada para stakeholder yaitu masyarakat, kalangan bisnis, dan industri, terutama dalam rangka peningkatan kinerja dan produktivitas di berbagai bidang kehidupan bernegara serta meningkatkan transparansi, kontrol, dan akuntabilitas penyelanggaraan pemerintah, dalam rangka penerapan konsep Good Governance dan Clean Government," papar Gubri.
 
BP2T Provinsi Riau meraih Juara Umum dalam rangka Pelaksanaan Permainan Rakyat pada HUT Provinsi Riau ke-59 dan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-71 Tahun 2016. (adv)
 
Sementara Kepala BP2T Riau, Evarefita, SE MSi mengatakan instansi yang ia pimpin bertekad menjadikan lembaga pelayanan perizinan yang prima. Terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan perizinan yang cepat, akurat dan akuntabel.
 
"Tidak hanya itu, BP2T juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusianya (SDM) hal ini dalam rangka percepatan pelayanan perizinan dengan menggunakan teknologi secara online. serta meningkatkan penanganan pengaduan masyarakat terhadap pelanyanan," kata Evarefita.
 
Dikatakannya dalam melakukan pelayanan, BP2T Provinsi Riau memilki motto CERIA yang diharapkan dapat memberikan semangat kepada pemberi maupun penerima layanan. "Maka diharapkan penerima layanan di BP2T Provinsi Riau akan merasakan layanan yang menyenangkan. (adv)