Polda Riau Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Tanpa Calo: 'Kelulusan Murni dari Kemampuan Peserta'

Polda Riau Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Tanpa Calo: 'Kelulusan Murni dari Kemampuan Peserta'

PEKANBARU - Polda Riau kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas proses penerimaan calon Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah tergiur oleh praktik percaloan yang menjanjikan kelulusan di luar mekanisme resmi.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Wakapolda Riau, Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H., dalam kegiatan pengarahan yang dipimpin oleh As SDM Kapolri, Irjen Pol. Anwar, S.I.K., M.Si., melalui Zoom Meeting yang berlangsung di Ruang Rapat Biro SDM Polda Riau dan dihadiri juga oleh Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si. dan Kombes Pol. Anton Setyo Hartanto, S.I.K., M.H. pada Senin (6/4/2026).

Dalam arahannya, Wakapolda Riau menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi penerimaan Akpol 2026 dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH), serta tidak dipungut biaya apapun.

“Kami pastikan proses rekrutmen Akpol 2026 dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Tidak ada pungutan biaya dan tidak ada ruang bagi calo maupun joki,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tahun ini penerimaan Akpol hanya dibuka melalui satu jalur, yakni jalur reguler. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak percaya pada pihak-pihak yang mengaku mampu membantu meluluskan peserta seleksi dengan imbalan tertentu.

“Kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan peserta dalam mengikuti seluruh tahapan seleksi. Jangan percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan, karena proses ini dilakukan secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Sementara itu, As SDM Kapolri Irjen Pol. Anwar, S.I.K., M.Si., dalam arahannya menekankan bahwa rekrutmen Akpol merupakan bagian penting dalam membangun institusi Polri yang profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat. Ia meminta seluruh panitia seleksi untuk konsisten menerapkan prinsip BETAH serta memastikan tidak adanya praktik percaloan.

Adapun rangkaian seleksi Akpol Tahun Anggaran 2026 telah dimulai sejak 9 hingga 30 Maret 2026 dengan tahapan pendaftaran online dan verifikasi. Selanjutnya, peserta mengikuti penandatanganan pakta integritas pada 31 Maret serta pemeriksaan administrasi (rikmin) awal hingga 4 April.

Tahapan berikutnya meliputi Pemeriksaan kesehatan (rikkes) tahap I: 7-11 April, CAT Psikologi: 23-25 April, CAT Akademik, Uji Komputer, Inventory PMK, dan CAT AMI: 6-7 Mei dan 9-11 Mei, Uji EKG: 17-19 Mei, UKJ dan Antropometri: 21–24 Mei, Sidang menuju rikkes tahap II: 4 Juni, Rikkes tahap II: 5-6 Juni, PMK dan Psikologi tahap II: 13-15 Juni, Rikmin akhir: 16-17 Juni, Sidang akhir tingkat Panda: 26 Juni 2026

Untuk jalur Akpol, seleksi masih berlanjut pada tingkat Panitia Pusat (Panpus) mulai 3 hingga 27 Juli 2026, menjadikannya sebagai jalur dengan rangkaian seleksi paling panjang dan komprehensif.

Sebagai bentuk transparansi dan pengawasan publik, Polda Riau mengajak masyarakat, khususnya para peserta seleksi Akpol 2026, untuk turut aktif mengawal jalannya proses rekrutmen. Apabila ditemukan adanya penyimpangan dari prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), masyarakat maupun peserta dapat segera melaporkannya.

Pelaporan dapat dilakukan melalui layanan pengaduan masyarakat (Dumas) dengan memanfaatkan QR Code Propam Polri yang tersedia di lokasi-lokasi seleksi maupun media publikasi resmi. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan peserta, diharapkan seluruh tahapan seleksi Akpol 2026 berjalan sesuai aturan, bebas dari praktik kecurangan, serta mampu menghasilkan calon perwira Polri yang berintegritas dan berkualitas.


Berita Lainnya

Index
Galeri