Kuansing- Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan aparat kewilayahan. Salah satunya dilakukan oleh Tim Gabungan TNI Penyuluh Karhutla yang saat ini melaksanakan tugas di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, Sabtu (29/8/2026).
Tim yang terdiri dari tujuh Perwira Menengah (Pamen) TNI tersebut dipimpin oleh Kolonel Kes. Endro Utomo (TNI AU), bersama Kolonel Inf. Nur Ahmad (TNI AD), Letkol Laut Sigit W., Letkol Marinir Jon Gustaf, Mayor Inf. Darul Amin, Mayor Arm. Sulkan, dan Mayor Arh. Agus N.
Selama kurang lebih satu bulan ke depan, tim akan melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat di sejumlah wilayah yang memiliki potensi kerawanan Karhutla. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian, kesadaran, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam melakukan pencegahan sekaligus penanganan awal apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Sejak tiba di Kabupaten Kuansing pada 27 Agustus 2026, tim langsung melaksanakan koordinasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kuansing. Kedatangan tim disambut oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kuansing, Kepala BPBD, Kepala Dinas Perkebunan, serta Perwira Penghubung Kodim 0302/Inhu.
Kegiatan dilanjutkan dengan paparan dan koordinasi bersama para Danramil guna memetakan wilayah yang menjadi prioritas serta menyusun rencana lokasi dan jadwal pelaksanaan penyuluhan.
Pada 28 Agustus 2026, tim melanjutkan koordinasi dengan jajaran Polres Kuansing. Dalam kesempatan tersebut, tim diterima langsung oleh Kapolres Kuansing beserta jajaran Kapolsek. Koordinasi ini dilakukan untuk menyelaraskan langkah, jadwal, serta lokasi kegiatan penyuluhan sehingga pelaksanaannya dapat berjalan efektif dan menjangkau masyarakat di wilayah yang dinilai rawan Karhutla.
Tidak hanya melakukan koordinasi di tingkat pemerintahan dan aparat keamanan, tim juga turun langsung ke lapangan. Pada 29 Agustus 2026, tim melaksanakan peninjauan terhadap sejumlah lokasi bekas kebakaran sekaligus wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan Karhutla.
Dua lokasi yang menjadi sasaran peninjauan adalah lahan di Desa Titian Modang Kopah dan Desa Beringin Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran nyata kondisi medan serta karakteristik wilayah yang nantinya menjadi salah satu bahan dalam menentukan metode dan sasaran penyuluhan kepada masyarakat.
Memasuki 30 Agustus 2026, tim dijadwalkan kembali melaksanakan peninjauan medan sekaligus bersilaturahmi dengan para tokoh masyarakat di sekitar desa-desa yang memiliki potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan.
Pendekatan kepada tokoh masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama dan memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam pencegahan Karhutla.
Sementara itu, pelaksanaan penyuluhan secara langsung kepada masyarakat direncanakan mulai 31 Agustus 2026 di wilayah Koramil 08/KM dan selanjutnya akan dilaksanakan secara bertahap di wilayah-wilayah lainnya sesuai hasil pemetaan dan koordinasi dengan aparat kewilayahan.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Gabungan TNI tidak hanya memberikan pemahaman tentang bahaya Karhutla, tetapi juga mendorong terbentuknya kepedulian dan kesiapsiagaan masyarakat agar mampu melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini.
“Mencegah lebih baik daripada memadamkan. Kepedulian masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah Karhutla.”
Kehadiran Tim Gabungan TNI di Kabupaten Kuansing diharapkan dapat memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.

