Jembatan Merah Putih di Rohil Masuki Tahap Pengecoran, Akses Siswa SDN 014 Segera Terwujud

Jembatan Merah Putih di Rohil Masuki Tahap Pengecoran, Akses Siswa SDN 014 Segera Terwujud

Rokan Hilir - Program Jembatan Merah Putih Presisi dalam meningkatkan infrastruktur penunjang pendidikan di pelosok daerah terus dikebut. Di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), pembangunan jembatan yang merupakan akses ke SDN 014 Putat, Kecamatan Tanah Putih, kini memasuki tahap pengecoran.

Memasuki hari keenam, Selasa (3/2/2026), pembangunan jembatan memasuki fase pengerjaan struktur lantai dan tiang penyangga. Jembatan dibuat kokoh dengan struktur bangunan dari coran.

Pembangunan jembatan yang terletak di Jalan KH Jalaludin, Dusun III, Kepenghuluan Putat ini menjadi harapan baru bagi para siswa dan guru yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk aktivitas belajar mengajar

"Hingga sore ini, pengerjaan difokuskan pada pembuatan papan penahan cor (mal) untuk lantai lanjutan serta tiang penyangga di sisi kanan dan kiri jembatan. Seluruh material bangunan sudah tersedia lengkap di lokasi, sehingga proses pengerjaan tidak mengalami kendala logistik," ujar Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni, dalam keterangannya.

Rencananya, setelah seluruh rangka besi dan papan penahan terpasang sempurna, tim gabungan akan melakukan aksi pengecoran massal pada Rabu esok hari.

Aksi gotong royong di lokasi pengerjaan terlihat sangat solid. Personel gabungan dari BKO Brimob yang dipimpin oleh Ipda Dahrial, personel BKO Polda Riau, serta jajaran Polsek Tanah Putih bahu-membahu bersama tukang ahli yang telah ditunjuk.

Tak hanya dari unsur kepolisian, Pemerintah Desa setempat juga turun langsung memantau progres pengerjaan. Sekretaris Desa Putat, Budiman S.Pd, turut hadir di lokasi bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Leonardo L. Gaol untuk memastikan pembangunan berjalan lancar dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.

Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap keselamatan anak sekolah. Dengan jembatan yang lebih kokoh dan permanen, risiko kecelakaan saat menyeberang menuju sekolah dapat diminimalisir.

"Kami ingin memastikan anak-anak di Kepenghuluan Putat dapat pergi ke sekolah dengan rasa aman. Jembatan ini adalah bentuk investasi kita untuk masa depan mereka," tambah Kapolsek.

Jembatan Kampung Aman
Selain di Kecamatan Tanah Putih, Polres Rohil juga mengerjakan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Jalan Kampung Aman, Kepenghuluan Sungai Bakau, Kecamatan Sinaboi. Progres pembangunan sudah mencapai 40 persen.

Jembatan yang terletak di wilayah RT 24 RW 03 ini merupakan bagian dari program Polri untuk mempermudah aksesibilitas masyarakat pesisir dan meningkatkan konektivitas antardusun di wilayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Dengan progres yang sudah menyentuh angka 40 persen, impian warga Kampung Aman untuk memiliki jembatan yang layak dan aman kini sudah di depan mata. Sebelumnya, akses di wilayah ini sangat bergantung pada kondisi cuaca dan infrastruktur seadanya.

Menjembatani Peradaban Menggapai Harapan
Kapolda Irjen Herry Heryawan menyampaikan kehadiran pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini adalah bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan keadilan akses dan konektivitas bagi seluruh lapisan masyarakat Riau. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut langsung atas instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mempercepat pemerataan akses di daerah terpencil.

"Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini adalah bentuk pelaksanaan kegiatan kita kolaborasi dengan masyarakat. Polri hadir bergandengan tangan dengan Pemda-Pemda," ujar Irjen Herry Heryawan di Pekanbaru, Rabu (28/1).

Berdasarkan asesmen yang dilakukan tim Polda Riau, ditemukan fakta bahwa banyak wilayah yang terputus aksesnya akibat kondisi jembatan yang memprihatinkan. Sebagai respons cepat, Satgas ini akan menangani 26 titik jembatan yang tersebar di seluruh Provinsi Riau.

Rincian proyek tersebut meliputi, pembangunan baru 17 unit jembatan dengan total panjang mencapai 463 meter, dan renovasi/perbaikan 9 unit jembatan dengan total panjang 263 meter.

Menurut jenderal bintang dua tersebut, ada nilai keadilan yang sedang diperjuangkan. Ia menekankan bahwa anak-anak di pedalaman memiliki hak yang sama untuk bersekolah dengan aman, sebagaimana anak-anak di perkotaan yang memiliki akses mudah.

"Ada keadilan yang harus kita bangun di situ, bahwa saudara-saudara kita di daerah juga berhak memiliki dan merasakan fasilitas yang sama baiknya dengan tempat lain," tegasnya.


Berita Lainnya

Index
Galeri