Meredam Konflik Harimau dan Manusia di Siak, Warga Kampung Penyengat Gelar Semah Kampung

Meredam Konflik Harimau dan Manusia di Siak, Warga Kampung Penyengat Gelar Semah Kampung

Pekanbaru - Konflik antara satwa liar dengan manusia masih terus terjadi di wilayah Indonesia. Terbaru, konflik harimau sumatera dan manusia dilaporkan terjadi di Dusun II Kampung Penyengat, Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Interaksi negatif satwa liar dengan manusia yang menyebabkan adanya korban jiwa bernama Yasonia Zega (43), seorang pekerja kebun sawit di PT SAS tewas diserang harimau sumatera di wilayah yang berbatasan dengan habitat satwa predator pada 16 Juli 2024.

Dalam penyelesaian ini tokoh masyarakat setempat lebih mengedepankan Kearifan Lokal melalui upaya Semah Kampung yang dilaksanakan pada Sabtu (20/7/2024) lalu.

Semah kampung sendiri berartikan pembersihan kampung dari hal-hal buruk atau simbol menyucikan diri dari dosa yang diperbuat warga desanya dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT, serta melakukan salat sunat hajat dan doa tolak bala.

Berdasarkan laporan petugas dilapangan, salah satu tokoh masyarakat bernama Mahdi menegaskan bahwasannya kearifan lokal masyarakat Kampung Penyengat sampai saat ini menyakini manusia yg berkonflik dengan satwa harimau sumatera biasanya orang yang bersalah secara adat.

Hal ini disampaikan Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman Suhefti Hasibuan dalam laporan tertulisnya, Senin (22/7/2024).

Dijelakannya, adapun upaya mitigasi dilapangan berupa sosialisasi kepada masyarakat dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait yang ada di sana, terutama dengan Pemerintah Daerah, kepolisian, TNI, dan pihak PT SAS serta tokoh masyarakat untuk bekerjasama dalam upaya penanganan mitigasi konflik antara harimau sumatera dan manusia.

"Kami akan menginformasikan terus dan memantau keberadaan harimau sumatera dengan melakukan patroli rutin dan memasang camera trap di lokasi kejadian," sambung Genman.

Ia menambahkan, dari penelusuran di lapangan, petugas menemukan pakaian korban, bekas darah, sendal, rambut, dan handphone korban dilokasi.

"Petugas juga melakukan pengecekan camera trap yang dipasang pada 18 Juli 2024 di lokasi kejadian, namun belum ada terlihat satwa harimau sumatera yang terekam," sebut Genman.

Selanjutnya petugas meninjau kondisi camp 2 dan camp 3 sudah dikosongkan. Para pekerja sementara di evakuasi ke kantor induk di Kecamatan Pusako.

"Pada saat meninjau lokasi camp 1, petugas melihat masih ada 11 pekerja yang sedang membangun kantor kebun dan menghimbau mereka untuk tetap berhati-hati saat bekerja dan mengakhiri pekerjaan pada saat jam aktif satwa harimau sumatera," jelasnya.

Pada malam harinya, petugas melakukan pemantauan via drone termal di lokasi tersebut, hasil pemantauan tidak ditemukan aktivitas satwa harimau sumatera.

"Berdasarkan informasi dari karyawan PT Triomas yang lokasinya bersebelahan dengan PT SAS, harimau sumatera terlihat secara langsung pada tanggal 17 dan 18 Juli 2024 di seputaran perumahan karyawan kebun PT. Triomas," pungkas Genman.

Diberitakan sebelumnya, Seorang pekerja kebun sawit diduga tewas diterkam harimau sumatera di Dusun II Kampung Penyengat, Sungai Apit, Kabupaten Siak. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (16/7/2024) sekira pukul 20.30 WIB.

Korban bernama Yasonia Zega (43), warga Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Perawang. Saat itu korban sedang buang air kecil dilokasi belakang camp. Setelah itu terdengar oleh rekan korban bernama Ilham Sinaga suara teriakan minta tolong.

Kemudian Ilham Sinaga mengajak rekan kerja lainnya untuk mencari korban kedalam perkebunan sawit. Korban ditemukan lebih kurang 20 meter dari lokasi camp dan sudah dalam kondisi meninggal dunia.


Berita Lainnya

Index
Galeri