Loading...
RIAU

Resmi Dioperasikan Tahun Ini, SK Embarkasi Haji Antara Riau Segera Diserahkan ke Pemprov

PEKANBARU - Surat Keputusan (SK) Penetapan Embarkasi Haji Antara Riau diijadwalkan akan diserahkan Kementerian Agama (Kemenag) RI kepada Gubenur Riau, Rabu (14/4/2019) besok. Jika SK sudah diterima oleh Pemprov Riau, maka Embarkasi Haji Antara Riau sudah langsung bisa dioperasikan pada musim haji tahun ini.

Asisten I Setdaprov Riau, Ahmad Syah Harrofie, Minggu (21/4/2019) mengatakan, penyerahan SK embarkasi haji antara Riau dijadwalkan dilakukan langsung oleh Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI kepada Gubernur Riau di Pekanbaru.

"Iya, kabar terakhirnya seperti itu. Insya Allah hari Rabu tanggal 24 April besol SK Embarkasi Antara Riau diserahkan secara resmi oleh Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) kepada Gubernur Riau di Pekanbaru," katanya.

Loading...

Setelah SK penetapan embarkasi haji antara Riau tersebut diterima oleh Pemprov Riau, maka dalam waktu dekat, akan dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) terkait teknis pengoperasian embarkasi haji antara Riau. Dalam rapat ini nantinya akan dihadiri oleh seluruh perwakilan kabupaten/kota serta seluruh Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama. Baik provinsi maupun kabupaten kota se Provinsi Riau.

"Terkasuk juga nanti pihak Imigrasi, Bea Cukai, Kesehatan Pelabuhan, Perhubungan, Kepolisian, pihak bandara, semua diundang dalam rapat ini, imbuhnya.

Dalam Rakor ini nanti akan membahas hal-hal teknis dengan kabupaten/kota menyangkut jadwal keberangkatan calon jemaah haji. Termasuk persiapan akomodasi kedatangan dan keberangkatan jamaah dari embarkasi haji antara Riau.

"Nanti kita bahas dalam rapat itu seperti apa teknisnya. Sebelum itu, kita lakukan langkah-langkah konsultasi dan koordinasi tentang tata cara pelelangan dan pelaksanaan," katanya.

Selain itu, pihaknya akan melakukan konsultasi dengan berbagai pihak soal simulasi keberangkatan jemaah via bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. "Nanti kita lakukan simulasi keseluruhan, mulai dari jemaah datang di embarkasi sampai berangkat via bandara menuju Embarkasi Batam," ujarnya.

Sementara terkait kondisi asrama Embarkasi Antara Riau Ahmad Syah tidak menapik masih adanya beberapa yang perlu dilakukan perbaikan seperti lemari rusak, pintu goyang dan lainnya.

Namun hal tersebut tidak akan menggangu proses pelaksanaan rangkaian kedatangan dan kebarangkatan calon jamaah haji selama berada di embarkasi. "Nanti kita lakukan pengecekan terakhir, apa yang kurang dan mana yang perlu diperbaiki, segera kita lakukan perbaikan," ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Provinsi Riau, Mahyudin Rabu (17/4/2019) membenarkan terkait kabar SK Embarkasi Haji Antara Riau yang sudah dikeluarkan oleh Kemenag.

"SK Embarkasi Antara Riau sudah diteken Menteri dan sudah keluar beberapa hari lalu. Tapi kami baru kemarin kami mendapat salinannya dikirim lewat WhatsApp," kata Mahyudin.

Dengan ditetapkannya SK embarkasi haji antara Riau tersebut, maka mulai musim haji tahun ini, calon jemaah haji asal Riau tidak perlu lagi harus menginap di Embarkasi Haji Batam seperti yang selama dilakakukan.

Setelah SK penetapan embarkasi haji antara Riau ini dikeluarkan, maka selanjutnya SK tersebut akan diserahkan langsung oleh Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) dalam waktu dekat ini kepada Gubernur Riau.

Selanjutnya Pemprov Riau bisa langsung melakukan persiapan lelang pesawat dan persiapan panitia penyelenggara haji daerah. "Termasuk nanti kita lakukan simulasi keberangkatan calon jemaah haji via bandara dan lainnya," katanya.

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyatakan, jika SK embarkasi haji antara Riau sudah keluar maka pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Terutama pemerintah daerah yang harus mempersiapkan keberangkatan calon jemaah dari daerah ke Pekanbaru.

"Biasanya kan banyak calon jemaah haji kita yang menggunakan via laut naik kapal, tapi dengan embarkasi antara mereka harus lewat jalur darat ke Pekanbaru," katanya.

Sedangkan untuk persiapan Pemprov Riau sendiri, Syamsuar menyatakan semua sudah dipersiapkan dengan maksimal. "Kalau kita sudah siap semua, kita sudah rapat kemarin soal persiapan embarkasi antara, semua instansi penyelenggaraan sudah siap," ujarnya.

Sebelumnya, Kemenag RI melalui Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) memberikan sejumlah catatan yang harus segera ditindaklanjuti oleh Pemprov Riau sebelum embarkasi haji antara Riau dioperasikan pada musim haji tahun ini.

Catatan tersebut merupakan hasil peninjauan Dirjen PHU Kemenag RI ke Embarkasi Haji Antara Riau belum lama. Setelah mengecek seluruh ruangan yang ada di embarkasi haji antara Riau, pihak Kemenag mengirimkan surat ke Pemprov Riau yang berisi sejumlah catatan yang harus segera dilengkapi dan diperbaiki.

Beberapa catatan yang harus segera ditindaklanjuti oleh Pemprov Riau jelang dioperasikannya embarkasi haji antara Riau tersebut diantaranya adalah, pemasangan name tag atau plang nama di setiap ruang kantor pelayanan, termasuk aula kedatangan dan keberangkatan.

Kemudian pihak Kemenag juga meminta Pemprov Riau untuk melakukan dilakukan seterilisasi di aula keberangkatan dan melakukan pengecatan sejumlah ruangan yang saat ini catnya sudah terlihat kusam.

Tak hanya itu, pihak Kemanag juga meminta Pemprov Riau agar menyiapkan dengan baik lahan parkir, akses jalan masuk dengan baik sehingga armada bus bisa keluar masuk dengan lancar. Kemudian Pemprov Riau juga diminta untuk mejaminan kelancaran operasional,

"Tapi ini tak masalah karena anggaran sudah kita persiapkan dan persetujuan dari daerah sudah kita dapatkan. Ada beberapa catatan yang tak begitu urgen, tapi itu perlu. Karena kemarin baru sebagaian yang dipasang, sehingga jemaah lebih mudah mencari ruang layanan yang hendak dituju. Kemudian pengecatan ulang ketiga gedung Rusunawa mengingat sudah mulai kusam," kata Sekdaprov Riau, Ahmad Hijazi.

Selain memberikan catatan agar Pemprov Riau melakukan sejumlah perbaikan dan penambahan fasilitas, pihak Kemenag juga mengapresiasi sejumlah ruangan yang dinilai sudah cukup representatif untuk jemaah. "Seperti ruang kedatangan, keberangkatan, makan, manasik dan lahan parkir, sudah cukup baik," katanya.

Dengan ada sejumlah catatan dari Kemenag tersebut, pihaknya juga minta agar standar operasional pelayanan di embarkasi antar harus satu atap dengan semua intansi terkait.

"Kita juga harus bangun sistem koordinasi penyelenggara haji, ini ada di Kanwil Kemenag Riau. Itu bisa diintegrasikan dengan penyelenggara haji provinsi," ujarnya.

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI Prof. Nizar memastikan embarkasi haji antara Riau sudah memenuhi syarat untuk dioperasikan tahun ini. Sebab kata Nizar semua komponen yang disyaratkan untuk sebuah embarkasi haji antara sudah dipenuhi.

"99 persen sudah layak untuk dijadikan sebagai asrama embarkasi. Tinggal beberapa hal secara teknis yang perlu dipersiapkan," katanya saat meninjau embarkasi haji antara Riau beberapa waktu lalu.

Pihaknya meminta sejumlah fasilitas pendukung tersebut segera disiapkan. Sehingga kenyamanan jemaah saat berada di asrama embarkasi haji bisa terjamin. Seperti kenyamanan ruangan, fasilitas tempat tidur dan lemari yang memadai dan lainnya.

"Syarat utamanya sudah terpenuhi hanya saja tingkat kenyamanan perlu didiskusikan. Namun itu bukan lagi halangan karena secara umum sudah memenuhi standar embarkasi haji antara," imbuhnya.

Pihaknya akan segera mengeluarkan surat izin tertulis penetapan embarkasi haji antara Riau. Bahkan pihaknya menargetkan, paling lambat Maret 2019 mendatang, surat izin penetapan embarkasi haji antara Riau sudah dikeluarkan.

Dengan dioperasikan embarkasi haji antara Riau, maka nantinya calon jamaah haji dari provinsi Riau tidak lagi perlu menginap di Batam. Seluruh jamaah haji dari Riau akan diberangkatkan dari embarkasi haji antara Riau. Setelah melewati tahapan pengecekan dokumen dan kesehatan, calon jamaah haji langsung berangkat dari embarkasi menuju bandara SSK II Pekanbaru.

"Selanjutnya, calon jamaah haji akan transit ke Batam untuk pindah pesawat dan langsung terbang ke Arab Saudi tanpa harus diasramakan lagi di Embarkasi Haji Batam. Paling lama 3 sampai 5 jam saja di Batam, kemudian langsung terbang ke Arab Saudi. Jadi tidak menginap lagi di Batam," katanya.



[Ikuti Terus Riaurealita.com Melalui Sosial Media]






Loading...

Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : +62 0823 8944 0487
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Riaurealita.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan

Video