Jilat Hotdog di Minimarket Viral, Kuliner Ekstrem Dunia, hingga Makanan Penyelamat Tenggorokan saat Abu Vulkanik

Jilat Hotdog di Minimarket Viral, Kuliner Ekstrem Dunia, hingga Makanan Penyelamat Tenggorokan saat Abu Vulkanik
Wanita di Filipina menjilat hotdog di rak minimarket hingga videonya viral dan berujung ancaman huku

RIAUREALITA.COM

Aksi Jilat Hotdog di Minimarket Berujung Ancaman Hukum

Seorang wanita di Filipina memicu kemarahan publik. Videonya menjilat hotdog di rak 7-Eleven viral, lalu mengembalikan makanan itu ke tempatnya.

Bukan berhenti di situ, ia kembali mengambil hotdog lain dengan tangan kosong. Aksi ini menyusul kasus serupa sebelumnya, seperti pelanggan yang ketahuan menggigit donat mini dan menaruhnya kembali ke rak pajangan.

Manajemen 7-Eleven buka suara. Semua produk yang sudah ditangani dengan cara tidak semestinya bakal segera dimusnahkan. Pihak minimarket juga siap menempuh jalur hukum dan meminta pelanggan lain melaporkan perilaku mencurigakan di toko.

Kuliner Nasional yang Bikin Orang Asing Bergidik

Setiap negara punya kebanggaan kuliner masing-masing. Namun tak semuanya mudah diterima lidah orang asing—beberapa hidangan berstatus makanan nasional justru dianggap menjijikkan karena bahan, aroma, tekstur, atau cara pengolahannya.

Casu Marzu dari Italia mengandung larva hidup. Cervelli Fritti adalah otak goreng. Maniçoba dari Brasil memakai daun singkong yang direbus berhari-hari untuk menghilangkan racunnya. Ada pula Mett dari Jerman, daging babi cincang mentah yang langsung dimakan.

Daftar ini kian lengkap dengan jantung anjing laut mentah yang disantap warga adat di Kanada. Bagi sebagian orang, makanan ini terdengar ekstrem. Namun bagi masyarakat setempat, itu adalah warisan budaya yang dijaga turun-temurun.

5 Makanan Penenang Tenggorokan Saat Abu Vulkanik

Paparan abu vulkanik Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah. Akibatnya, tenggorokan bisa terasa kering, gatal, perih, atau mengganjal—terutama pada orang yang sensitif terhadap debu.

Selain memakai masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan, keluhan ini bisa diredakan lewat asupan makanan. Pilih makanan bertekstur lembut dan hangat, seperti sup hangat yang menenangkan, telur matang yang tidak terlalu kering, atau yogurt polos.

Smoothie buah atau sayuran rendah asam juga bisa menjadi pilihan, begitu pula teh hangat. Sebaliknya, hindari makanan mengandung cabai dan bumbu menyengat, serta minuman yang terlalu panas. Jangan lupa cukupi kebutuhan air putih agar tubuh tetap terhidrasi dan tenggorokan tidak makin kering.


Berita Lainnya

Index
Galeri