Danantara Pangkas 16 BUMN Asuransi Jadi 3 Perusahaan, Rampung Akhir 2026

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:02:01 WIB
Danantara menargetkan konsolidasi 16 perusahaan asuransi BUMN menjadi tiga entitas pada akhir 2026.

RIAUREALITA.COM — Danantara menargetkan konsolidasi 16 perusahaan asuransi pelat merah menjadi hanya tiga entitas rampung pada akhir 2026. Merger ini menyasar asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit, termasuk perusahaan berbasis syariah. Langkah tersebut diambil karena bisnis asuransi BUMN dinilai terlalu kecil untuk bersaing dengan perusahaan swasta.

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, memastikan proses merger tengah berjalan dan harus tuntas pada akhir tahun ini. "Merger asuransi juga sedang terjadi, dan akhir tahun ini sudah harus terjadi. Ini kita harapkan akhir tahun udah selesai," ujar Dony di Tribrata Hotel, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Dari 16 perusahaan asuransi yang saat ini bernaung di bawah BUMN, nantinya hanya akan tersisa tiga perusahaan. Ketiganya akan bergerak di bidang asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit.

Alasan di Balik Merger

Dony mengungkapkan bahwa keputusan merger ini berangkat dari hasil fundamental business review yang dilakukan Danantara. Temuannya jelas: bisnis asuransi BUMN tidak cukup kompetitif karena skalanya kecil-kecil.

"Kita punya 16 perusahaan insurance. Tapi tidak kompetitif karena kecil-kecil ya. Insurance kita nanti mungkin menjadi 3, ada life insurance, general insurance, credit insurance. Tidak ada lagi yang tetapi size-nya cukup kompetitif," kata Dony dalam acara IKA Fikom Unpad Executive Breakfast Meeting Kuartal Pertama Danantara di Hutan Kota, Plataran, Jakarta, Rabu (18/6/2025).

Dengan kata lain, konsolidasi ini bukan sekadar merapikan struktur, melainkan upaya memperbesar skala agar mampu bersaing di pasar asuransi nasional yang selama ini didominasi pemain swasta.

Asuransi Syariah Ikut Digabung

Konsolidasi tidak berhenti pada asuransi konvensional. Dony menyebut perusahaan asuransi berbasis syariah juga akan mengalami merger serupa. Prosesnya masih berjalan hingga kini.

"Jadi yang syariah juga sama. Kita akan lakukan juga merger," terangnya.

Langkah ini menandakan Danantara ingin menata ulang seluruh lini bisnis asuransi pelat merah, baik konvensional maupun syariah, dalam satu skema konsolidasi yang menyeluruh.

Dampak ke Nasabah dan Pasar

Bagi nasabah, penyederhanaan jumlah perusahaan berpotensi membuat layanan lebih terpusat dan produk lebih kompetitif. Perusahaan yang lebih besar umumnya memiliki kapasitas modal lebih kuat untuk menanggung risiko, sekaligus ruang lebih luas untuk berinovasi pada produk asuransi.

Di sisi lain, pasar asuransi nasional bakal menyaksikan perubahan peta persaingan. Jika tiga entitas hasil merger benar-benar memiliki ukuran yang kompetitif, mereka bisa menjadi penantang serius bagi perusahaan asuransi swasta yang selama ini menguasai pangsa pasar.

Danantara sendiri menargetkan seluruh proses rampung pada akhir 2026. Tenggat itu menjadi penanda seberapa cepat holding BUMN ini mampu merapikan portofolio asuransinya.

Penutup: Konsolidasi 16 menjadi 3 perusahaan asuransi menjadi salah satu langkah paling signifikan dalam penataan BUMN sektor keuangan. Jika tuntas sesuai jadwal, struktur industri asuransi nasional akan berubah cukup mendasar — dari banyak pemain kecil menjadi sedikit pemain besar yang lebih siap bersaing.

Terkini