RIAUREALITA.COM — Pelatih timnas Bangladesh, Thomas Dooley, memprotes keputusan wasit Nasruollo Kabirov yang mengubah durasi tambahan waktu dari dua menit menjadi tujuh menit pada laga penentuan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Protes disampaikan Dooley setelah Bangladesh kalah 2-9 dari Timnas Indonesia. Ia menilai perubahan durasi itu memberi keuntungan bagi skuad Garuda.
Tak lama kemudian, Kabirov mengubahnya menjadi tujuh menit. Thomas Dooley menyoroti momen perubahan itu yang terjadi setelah Bangladesh mencetak gol.
Perubahan Durasi Terjadi Usai Bangladesh Mencetak Gol
Dooley menyampaikan keberatannya secara terbuka dalam konferensi pers usai laga. Pelatih asal Amerika Serikat itu menilai timing perubahan durasi merugikan timnya.
"Ketika awalnya diberikan tambahan waktu dua menit, tiba-tiba berubah menjadi tujuh menit setelah kami mencetak gol. Saya melihatnya sebagai sisi yang kurang baik bagi kami, artinya Indonesia mendapat waktu lebih panjang untuk mencetak satu atau dua gol lagi," kata Dooley.
Dalam aturan Laws of The Game, wasit tengah berhak menambah durasi tambahan waktu, namun tidak boleh menguranginya. Situasi ini yang kemudian menjadi polemik dalam laga tersebut.
Kekecewaan Dooley Meski Bangladesh Cetak Dua Gol
Bangladesh harus mengakui keunggulan Timnas Indonesia dengan skor 2-9. Meski mampu menyarangkan dua gol ke gawang skuad Garuda, Dooley tetap menyoroti sejumlah keputusan wasit yang dianggapnya tidak menguntungkan timnya.
"Karena itu, kami sedikit kecewa dengan beberapa keputusan yang dibuat. Bukan berarti keputusan tersebut tidak membantu kami dalam pertandingan, tetapi cara melihatnya memang berbeda. Kami melihatnya dari perspektif yang berbeda," ujarnya.
Kekalahan telak ini menutup perjalanan Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. Sebagai tim anggota Federasi Sepak Bola Asia Selatan (SAFF), Bangladesh hadir di turnamen Asia Tenggara ini melalui jalur undangan.
Fokus Bangladesh Beralih ke Persiapan Turnamen SAFF
Mantan asisten Jurgen Klinsmann di timnas Amerika Serikat itu memilih mengambil pelajaran dari pengalaman di FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, pengalaman menghadapi tim-tim Asia Tenggara menjadi bekal berharga bagi Bangladesh.
"Kami harus menganalisis semuanya dan berbicara dengan para pemain mengenai apa yang mereka rasakan dari perbedaan level tersebut serta apa yang harus mereka pelajari dalam beberapa pekan ke depan sebelum turnamen SAFF dimulai," ucap Dooley.
Dooley tidak merinci lebih jauh soal rencana persiapan Bangladesh menuju turnamen SAFF. Namun ia menegaskan evaluasi menyeluruh akan dilakukan bersama para pemain dalam beberapa pekan ke depan.