Pawang Perkasa Scout Camp III Tak Sekadar Berkemah, Ada Aksi Tanam Mangrove hingga Edukasi Narkoba

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:22:21 WIB

BENGKALIS — Pawang Perkasa Scout Camp Jilid III Tahun 2026 bukan sekadar agenda berkemah dan berkumpulnya anggota Pramuka. Kegiatan Penegak dan Pandega se-Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bengkalis ini dikemas sebagai ruang pembentukan karakter melalui pengabdian lingkungan, edukasi, kepemimpinan hingga kreativitas.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Bengkalis Edi Sakura, S.Pd., M.Pd., menegaskan, semangat tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Pawang Perkasa yang digelar 2-4 Oktober 2026. Menurutnya, Pramuka tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

“Pawang Perkasa bukan sekadar perkemahan biasa. Di tahun ketiga ini, kita mengusung semangat yang lebih besar. Kalau dilihat dari juknisnya, kegiatannya sangat lengkap. Tidak hanya berkemah, tapi berbakti,” kata Edi saat membuka Pawang Perkasa Scout Camp Jilid III, Jumat (2/10/2026).

Salah satu bentuk pengabdian tersebut diwujudkan melalui penanaman mangrove di kawasan Kelapapati Laut bersama kelompok mangrove. Edi menyebut kegiatan itu sebagai implementasi Dasa Darma kedua Pramuka, yakni cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. “Mangrove adalah benteng kita,” tegasnya.

Tak hanya soal lingkungan, peserta juga akan mendapatkan pembekalan untuk menghadapi berbagai tantangan generasi muda. Sejumlah materi disiapkan, mulai dari sosialisasi bahaya narkoba, pentingnya bela negara hingga leadership.

“Penegak Pandega harus tahan terhadap ancaman zaman dan punya jiwa kepemimpinan,” ujarnya.

Pawang Perkasa juga menjadi panggung bagi peserta untuk mengasah kreativitas. Sebanyak enam lomba disiapkan, yakni Lomba Reportase, Paper Terbaik (Esai), Sangga Terbaik, Creative Video, Tapak Perkemahan dan Pentas Seni. Edi meminta seluruh peserta tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi mampu menghasilkan karya terbaik.

“Ada enam lomba yang akan mengasah kreativitas adik-adik. Tunjukkan karya terbaik dari sangga masing-masing,” ungkapnya.

Selama mengikuti kegiatan 2-4 Oktober, Edi mengingatkan peserta agar menjaga kesehatan, kekompakan sangga serta mematuhi aturan yang berlaku di bumi perkemahan. Ia juga meminta seluruh peserta menjaga nama baik gugus depan dan kwartir ranting masing-masing serta menjadikan pertemuan tersebut sebagai momentum mempererat persaudaraan Penegak dan Pandega se-Kwarcab Bengkalis.

Edi turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Disparbudpora, Kodim, Polres dan Kepala Desa Kelapapati atas dukungan serta fasilitasi pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting agar Gerakan Pramuka tetap hadir dan relevan di tengah perubahan zaman.

Apresiasi khusus juga diberikan kepada Dewan Kerja Cabang (DKC) Bengkalis dan Sangga Kerja Pawang Perkasa Scout Camp III. DKC baru saja melaksanakan pergantian antarwaktu (PAW) pada 29 September 2026, namun belum genap sepekan setelah dilantik sudah langsung bergerak mempersiapkan perkemahan akbar tersebut.

“Ini bukti bahwa DKC Bengkalis adalah DKC yang bekerja, bukan hanya terbentuk di atas kertas. Terima kasih atas kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlasnya,” pungkas Edi Sakura.
 

Terkini