RIAUREALITA.COM — Bank BRI, BNI, dan Mandiri kompak mempertahankan suku bunga deposito rupiah pada pemantauan Senin (28/9/2026), di tengah tekanan global yang membuat ruang likuiditas perbankan kian ketat. BRI justru tercatat menurunkan bunga di hampir semua tenor dibanding tabel sebelumnya, sementara BNI dan Mandiri bergeming. Bagi nasabah yang mencari instrumen aman, deposito masih jadi pilihan — dengan imbal hasil yang sudah terkunci sejak awal perjanjian.
Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Mandiri masih menjadi rujukan utama nasabah yang mengutamakan keamanan dana. Ketiganya merupakan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang penawaran bunganya dipantau langsung dari situs resmi masing-masing bank hingga Senin (28/9/2026).
Langkah ketiga bank ini tak lepas dari keputusan Bank Indonesia pada Juni lalu yang menaikkan suku bunga acuan secara agregat sebesar 100 basis poin. Kenaikan itu tercatat sebagai salah satu yang teresktrim dalam sejarah suku bunga Bank Indonesia.
Dampaknya, ruang likuiditas perbankan makin sempit. Nilai Rupiah yang terus melemah dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) yang naik turut menekan ruang gerak bank dalam menentukan bunga simpanan.
BRI Pangkas Bunga di Hampir Semua Tenor
BRI menjadi satu-satunya bank yang mencatatkan perubahan suku bunga deposito dalam pemantauan terbaru. Informasi resmi yang diperbarui pada 4 Agustus 2026 tidak lagi mencantumkan pembagian bunga berdasarkan nominal simpanan.
BRI menetapkan bunga 3,00% per tahun untuk deposito tenor 1, 3, dan 6 bulan. Sementara penempatan tenor lebih panjang, yakni 12, 24, dan 36 bulan, hanya memperoleh 2,50% per tahun.
Artinya, bunga tertinggi deposito rupiah BRI saat ini berada di level 3,00%. Dibandingkan tabel sebelumnya, bunga tenor 1 bulan turun dari 3,25% menjadi 3,00%, sedangkan tenor 3 bulan turun dari 3,50% menjadi 3,00%.
Penurunan juga terjadi pada tenor 12, 24, dan 36 bulan, dari sebelumnya 3,00% menjadi 2,50%. Hanya bunga tenor 6 bulan yang masih dipertahankan di level 3,00%.
BNI dan Mandiri Pilih Tahan Bunga
BNI masih menawarkan pembukaan deposito rupiah dengan setoran awal Rp5 juta. Nasabah bisa memilih jangka waktu 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan, tanpa perbedaan bunga berdasarkan besarnya dana yang ditempatkan.
Untuk tenor 1 bulan, BNI memberikan bunga 2,25% per tahun. Bunganya naik menjadi 2,50% untuk tenor 3 bulan. Penawaran tertinggi ada di tenor 6 bulan, yakni 2,75% per tahun, sementara tenor 12 dan 24 bulan sama-sama memperoleh 2,50%.
Bank Mandiri menawarkan deposito rupiah lewat kantor cabang maupun aplikasi Livin' by Mandiri. Lewat Livin', penempatan bisa dimulai dari Rp1 juta.
Bunga deposito reguler yang dibayarkan setiap bulan atau saat jatuh tempo berlaku seragam di seluruh tier nominal. Jumlah penempatan tidak memengaruhi persentase bunga yang diterima nasabah.
Bank Mandiri memberikan bunga 2,25% per tahun untuk tenor 1 dan 3 bulan. Untuk tenor 6, 12, dan 24 bulan, bunganya naik menjadi 2,50% per tahun. Dengan begitu, bunga tertinggi deposito rupiah Mandiri berada di level 2,50%.
Dana Nasabah Dijamin LPS
Di tengah ketidakpastian global, deposito tetap tergolong aman dari fluktuasi pasar. Dana nasabah dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan tingkat bunga penjaminan saat ini di level 3,75%, naik dari sebelumnya 3,50%.
Imbal hasil deposito juga sudah terukur sejak awal perjanjian, sehingga nasabah bisa menghitung pendapatan secara pasti. Kenaikan suku bunga The Fed, Bank Sentral Eropa, dan Bank Sentral Jepang dua pekan lalu diperkirakan bakal mendorong tren suku bunga global naik bila inflasi masih bergerak naik.
Harga minyak Brent yang mendekati level US$ 100 menjadi salah satu pemicunya. Situasi ini membuat keputusan suku bunga The Fed pada FOMC September menjadi katalis penting bagi perubahan bunga deposito ke depan.
Para analis memperkirakan perbankan akan terus menyesuaikan strategi suku bunga dengan mencermati arah inflasi dan likuiditas pasar di kuartal ketiga 2026. Bagi nasabah, deposito di bank BUMN tetap menjadi opsi pengelolaan keuangan yang aman untuk kebutuhan jangka pendek hingga menengah.