IHSG Rebound 0,40% ke 6.462, BBTN dan INKP Paling Murah di LQ45

Jumat, 18 September 2026 | 08:23:02 WIB
IHSG menguat 0,40% ke level 6.462,43 pada perdagangan Kamis (17/9).

RIAUREALITA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,40% ke level 6.462,43 pada perdagangan Kamis (17/9), mengakhiri enam hari beruntun pelemahan. Setelah koreksi cukup dalam, sejumlah saham LQ45 kembali diperdagangkan dengan valuasi murah. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat price to earnings ratio (PER) terendah di jajaran LQ45, yaitu 3,42 kali.

Rebound IHSG membuka ruang bagi investor untuk mencermati saham-saham yang sebelumnya tertekan. Menurut Pusat Data Kontan, Kamis (17/9), BBTN memimpin daftar saham LQ45 dengan PER paling rendah, disusul PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) di posisi kedua dengan PER 3,59 kali.

BBTN Pimpin Daftar Saham Termurah di LQ45

PER 3,42 kali menempatkan BBTN sebagai saham dengan valuasi paling rendah di antara konstituen LQ45. Angka ini mencerminkan harga saham yang relatif murah dibandingkan laba per saham yang dihasilkan emiten pelat merah di sektor perbankan tersebut.

Di posisi kedua, INKP membukukan PER 3,59 kali. Emiten kertas dan pulp ini juga tergolong murah di jajaran LQ45 setelah tekanan jual yang berlangsung dalam beberapa sesi terakhir.

Dua Saham dengan Valuasi Terendah

  • PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) — PER 3,42 kali
  • PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) — PER 3,59 kali

Kedua saham tersebut menempati urutan teratas sebagai saham dengan PER terendah di indeks LQ45 berdasarkan data Pusat Data Kontan per Kamis (17/9).

Mengapa Valuasi Murah Muncul Setelah Koreksi

Pelemahan IHSG selama enam hari beruntun menekan harga sejumlah saham LQ45 ke level yang membuat PER-nya turun. Penurunan harga saham tanpa diikuti perubahan laba emiten membuat rasio valuasi menjadi lebih rendah.

Rebound 0,40% ke level 6.462,43 pada Kamis (17/9) menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual mulai mereda. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati kualitas laba dan prospek sektor masing-masing emiten sebelum mengambil keputusan.

Apa Artinya bagi Investor

PER rendah kerap dijadikan salah satu indikator awal untuk menyaring saham yang berpotensi undervalued. Namun rasio ini tidak berdiri sendiri — investor biasanya membandingkannya dengan rata-rata industri, pertumbuhan laba, serta risiko spesifik emiten.

Bagi pelaku pasar yang mencari eksposur di LQ45, daftar saham dengan PER terendah bisa menjadi titik awal riset. Keputusan akhir tetap bergantung pada toleransi risiko dan horizon investasi masing-masing.

Terkini