PEKANBARU - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Garda Pemuda NasDem (GPND) Provinsi Riau memprotes dan mendesak Majalah Tempo untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Protes itu terkait laporan utama dan sampul Majalah Tempo edisi pekan ini yang menampilkan karikatur Ketua Umum NasDem Surya Paloh.
Ketua DPW GPND Riau Munawar Syahputra SH MH mengatakan bahwa sampul majalah tersebut yang seolah-olah memperlihatkan Surya Paloh dalam kondisi tidak berdaya, membuat kader tersinggung.
Munawar juga menilai pemberitaan Majalah Tempo menyudutkan Partai NasDem dan Ketum Surya Paloh. Karena itu, ia berkata, GPND Riau menuntut permintaan maaf secara terbuka, klarifikasi atas pemberitaan yang dinilai tidak akurat, serta komitmen menjaga etika jurnalistik.
"Kritik boleh keras, tetapi etika harus tetap menjadi batas," ujar Munawar yang juga menjabat Sekretaris NasDem Kota Pekanbaru dalam keterangannya, Rabu (15/4).
Munawar yang kini duduk sebagai anggota DPRD Riau mengungkapkan, DPW Partai NasDem Riau juga akan menggelar aksi damai untuk menyampaikan pernyataan sikap terkait polemik tersebut pada Kamis (16/4).
Menurut Munawar, keputusan aksi tersebut diambil dalam rapat internal yang digelar di Kantor DPW NasDem Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, pada Rabu sore. Rapat itu, kata Munawar, dihadiri jajaran pengurus, termasuk Sekretaris DPW NasDem Riau Yopi Arianto.
Munawar berujar, dalam rapat itu disepakati aksi damai akan dipusatkan di Kantor DPW NasDem Riau, kemudian dilanjutkan ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau di Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru.
Sebelumnya, sejumlah kader Partai NasDem mendatangi Kantor Tempo di Palmerah Barat, Jakarta Barat, pada Selasa (14/4) terkait laporan utama dan sampul majalah tersebut.
Massa Partai NasDem menggelar aksi damai sejak sekitar pukul 12.00 WIB hingga pukul 14.20 WIB. Mereka menuntut permintaan maaf terbuka dan klarifikasi atas pemberitaan yang dinilai tidak akurat.
Aksi ini dipicu oleh sampul Majalah Tempo edisi 12 April 2026 yang memuat tajuk 'PT Nasdem Indonesia Raya Tbk'. Sampul tersebut menampilkan karikatur Surya Paloh mengenakan kemeja putih tanpa jas dan sepatu. Ilustrasi itu mengangkat isu penggabungan Partai NasDem dengan Partai Gerindra yang dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra mengatakan, redaksi menghargai langkah kader NasDem yang menyampaikan aspirasi secara langsung. "Perbedaan perspektif terhadap pemberitaan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi," kata Setri, dikutip dari tempo.co.
Menanggapi substansi tuntutan, Setri menegaskan bahwa laporan utama yang dipublikasikan telah melalui proses jurnalistik. "Materi pemberitaan yang dipublikasikan oleh Tempo merupakan karya jurnalistik yang telah melalui proses verifikasi, akuntabel, dan berdasarkan Kode Etik Jurnalistik," ujarnya.
Tempo, kata Setri, juga membuka ruang klarifikasi bagi pihak yang keberatan atas isi laporan tersebut. "Tempo sudah dan akan selalu memberikan ruang bagi Partai NasDem atau pihak mana pun untuk memberikan klarifikasi atas temuan dalam laporan utama tersebut," kata Setri.
Sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, kata Setri, sengketa pemberitaan sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia. "Kami mendorong agar setiap masukan terhadap produk jurnalistik dapat diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia, yakni melalui Dewan Pers," ujarnya.
Meski demikian, redaksi menyampaikan permohonan maaf atas dampak yang ditimbulkan oleh sampul laporan utama tersebut. "Berkaitan dengan dampak sampul laporan utama tersebut yang menyinggung Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan kader Partai NasDem, kami meminta maaf," kata Setri.***