RIAUREALITA.COM — Villa menghadapi Club Brugge pada laga keempat mereka dalam dua tahun terakhir, Selasa (4/11) dini hari WIB. Laga ini diharapkan menjadi titik balik setelah performa tim di liga domestik mandek.
Musim lalu, di titik yang sama, Villa bahkan belum mengumpulkan poin dan masih menunggu 157 menit untuk mencetak gol pertama. Kini, situasi mereka sedikit lebih baik, meski start tetap lambat.
Ketenangan Emery di Tengah Badai Hasil Buruk
Emery dikenal sebagai pribadi yang tenang di balik layar. Gelandang John McGinn bercerita, sang manajer justru lebih sering marah setelah kemenangan dibanding kekalahan. Ia pernah kehilangan kendali di ruang ganti saat jeda pertandingan, bukan karena performa buruk, melainkan melihat kaptennya membuang energi dengan berteriak ke rekan setim.
“Saat kami memulai proyek ini, ambisi yang kami miliki bahkan tidak pernah ada dalam ekspektasi tertinggi kami untuk bisa berada di Eropa empat tahun beruntun,” ujar Emery. “Sekarang adalah momen untuk mengingat bagaimana kami bisa sampai di sini. Ini babak yang berbeda.”
Kebangkitan Villa Musim Lalu: 17 Kemenangan dari 19 Laga
Musim lalu, Villa baru merasakan kemenangan pada laga ketujuh di semua kompetisi. McGinn menjadi pencetak gol tunggal kala mengalahkan Bologna di Liga Champions. Setelah itu, Villa menjalani rentetan luar biasa dengan 17 kemenangan dari 19 pertandingan.
Emiliano Buendía, satu dari sedikit pemain yang tersisa dari laga kontra Bologna tersebut, optimistis skuad anyar bisa mengulang pencapaian serupa. “Ini bukan awal yang kami inginkan, tapi kami mencoba mengambil hal positif dari setiap pertandingan,” kata pemain asal Argentina itu.
Wajah Baru Villa: Banyak Rekrutan Muda yang Perlu Beradaptasi
Villa mendatangkan 11 pemain anyar pada musim panas ini. Namun, hanya Zion Suzuki dan Nicolas Jackson yang tampil sebagai starter saat ditahan imbang Hull City akhir pekan lalu. Matteo Ruggeri, Aaron Wan-Bissaka, dan Alejandro Garnacho baru masuk dari bangku cadangan.
Taylor Harwood-Bellis, pembelian senilai Rp 508 miliar (£25 juta), bahkan tidak masuk skuad Liga Champions. Sementara itu, Leon Goretzka yang bergabung gratis dari Bayern Munich dipastikan absen hingga Oktober karena cedera lutut.
João Gomes harus menerima kartu merah di laga debutnya. Situasi ini membuat Emery perlu waktu untuk mengintegrasikan para pemain barunya, seperti yang pernah terjadi pada Youri Tielemans yang harus menunggu empat bulan sebelum mendapat start pertamanya.
Dua Talenta Muda Siap Bersinar
Dari deretan rekrutan anyar, dua nama muda menarik perhatian. Ibrahim Mbaye, pemain berusia 18 tahun yang datang dari Paris Saint-Germain, dan Johan Manzambi yang mulai pulih dari cedera lutut dan berpotensi tampil melawan Nottingham Forest akhir pekan ini.
Meski baru satu tembakan tepat sasaran musim ini, Emery melihat perkembangan positif. Kekalahan tipis dari PSG di Piala Super dianggap sebagai performa yang menjanjikan. “Kadang saya butuh tidur siang setelah kerja keras di pagi hari,” canda Emery pekan lalu, menunjukkan ketenangannya menghadapi tekanan.