RIAUREALITA.COM — Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga jual sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada awal September 2026. Penyesuaian ini mengikuti formula pemerintah yang mempertimbangkan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, dan faktor lainnya.
Kenaikan tersebut tidak berdampak pada harga Pertamax 92 yang merupakan produk dengan penjualan tertinggi. Namun, masyarakat yang menggunakan BBM nonsubsidi jenis lain perlu mengetahui besaran kenaikan dan produk mana saja yang berubah.
Daftar Kenaikan Harga BBM per September 2026
Mulai 1 September 2026, tiga produk BBM nonsubsidi mengalami kenaikan harga:
- Pertamax Turbo: naik Rp1.300 menjadi Rp19.600 per liter.
- Dexlite: naik Rp4.000 menjadi Rp23.700 per liter.
- Pertamina Dex: naik Rp4.050 menjadi Rp25.200 per liter.
Sehari setelahnya, giliran Pertamax Green 95 yang harganya naik Rp2.550, dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter terhitung mulai 2 September 2026. Harga Pertamax 92 tidak berubah pada periode penyesuaian ini.
Isu Syarat STNK untuk Beli BBM Subsidi: Ini Fakta dan Statusnya
Di tengah pengumuman kenaikan harga, beredar informasi di masyarakat mengenai kewajiban menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) saat membeli BBM subsidi di SPBU. Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa ketentuan tersebut bukan kebijakan nasional.
Rencana pemeriksaan STNK itu merupakan mekanisme pengawasan lokal yang sempat disiapkan di wilayah Sumatera Selatan. Setelah informasi ini menyebar dan menimbulkan keresahan, Pertamina Patra Niaga meminta Regional Sumatera Bagian Selatan untuk membatalkan rencana tersebut.
Perusahaan memastikan ketentuan pembelian BBM tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul. Masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya syarat tambahan di luar ketentuan resmi saat membeli BBM subsidi di SPBU manapun.
Apa yang Terjadi dengan Pengawasan BBM Subsidi?
Meski rencana pemeriksaan STNK dibatalkan, Pertamina Patra Niaga memastikan pengawasan penyaluran BBM subsidi terus diperketat. Langkah ini dilakukan agar penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Bagi masyarakat yang ingin memastikan informasi terbaru mengenai harga BBM atau kebijakan penyaluran subsidi, kanal resmi Pertamina menjadi rujukan utama. Informasi lengkap dapat diakses melalui situs web Pertamina atau menghubungi layanan pelanggan resmi.
Perlu dicatat, penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan kebijakan berkala yang dipengaruhi kondisi ekonomi global. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar diatur pemerintah dan tidak termasuk dalam penyesuaian September 2026 ini.