Mahasiswa Humas UMRI Gelar Seminar Internasional Bahas Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:50:58 WIB

PEKANBARU – Sebanyak 200 mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mengikuti seminar internasional bertajuk "Crisis Communication and Reputation Management in the Digital Society: Strategies for Building Public Trust in an Era of Viral Information" yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat (Humas) angkatan 2023. Kegiatan yang merupakan luaran Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Manajemen Isu & Krisis ini berlangsung pada Rabu (15/7/2026) di Auditorium Gedung Rektorat Lantai 3 Kampus Utama UMRI.

Seminar menghadirkan narasumber internasional, Assoc. Prof. Dr. Nor'izah binti Ahmad, dosen sekaligus praktisi komunikasi dari Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), yang membagikan pengalaman serta strategi menghadapi krisis komunikasi dan membangun reputasi organisasi di tengah derasnya arus informasi digital.

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UMRI, Jayus, S.Sos., M.I.Kom., membuka kegiatan secara resmi. Ia menyampaikan bahwa seminar internasional ini menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam memperluas wawasan mahasiswa melalui kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi luar negeri.

"Kami sangat berbahagia sekaligus bersyukur karena pada hari ini FIKOM UMRI dapat menghadirkan seorang praktisi sekaligus akademisi dari Malaysia yang kompeten di bidang komunikasi krisis. Kehadiran beliau tentu memberikan perspektif baru dan pengalaman nyata bagi mahasiswa, khususnya mengenai bagaimana membangun dan menjaga kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi digital," ujar Jayus.

Dalam pemaparannya, Assoc. Prof. Dr. Nor'izah menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat. Menurutnya, setiap individu kini dapat berperan sebagai penyebar informasi (publisher), penyiar (broadcaster), sekaligus pemberi pengaruh (influencer). Kondisi tersebut membuat organisasi dituntut mampu merespons krisis secara cepat, transparan, konsisten, dan penuh empati.

Ia juga mengulas sejumlah kasus komunikasi krisis di kawasan ASEAN, seperti tragedi MH370, AirAsia QZ8501, dan Stadion Kanjuruhan, sebagai contoh penting mengenai pengelolaan komunikasi dalam situasi darurat.

"Reputation is like a trust bank account. Every organizational action is either a deposit or a withdrawal from public trust. When a crisis occurs, an organization can only spend the trust it has previously built. That is why organizations must invest in trust before a crisis happens. Remember, silence is also communication, and in today's digital world, the first hour defines the narrative," jelas Assoc. Prof. Dr. Nor'izah di hadapan peserta.

Selain sesi kuliah umum, seminar juga menghadirkan diskusi interaktif dan simulasi komunikasi krisis. Mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyusun strategi respons terhadap skenario krisis yang viral di media sosial dalam waktu 30 menit. Mereka juga diminta mengevaluasi dan memperbaiki contoh pernyataan krisis agar sesuai dengan prinsip empati, transparansi, akuntabilitas, dan penguatan kepercayaan publik.

Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Isu & Krisis, Raja Widya Novchi, S.I.Kom., M.Soc.Sc., mengapresiasi kerja keras mahasiswa yang mampu menyelenggarakan seminar internasional sebagai luaran pembelajaran berbasis praktik.

"Saya sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras mahasiswa angkatan 2023 yang telah merancang dan melaksanakan seminar internasional ini dengan sangat profesional. Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa Humas UMRI tidak hanya memahami teori manajemen krisis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya melalui kegiatan akademik yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika. Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi budaya akademik yang melahirkan lulusan kompeten dan berdaya saing global," ujarnya.

Seminar ditutup dengan sesi refleksi yang mengajak mahasiswa merumuskan pembelajaran utama mengenai komunikasi krisis, manajemen reputasi, dan strategi membangun kepercayaan publik di era digital. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kehumasan, komunikasi korporat, serta pengelolaan isu dan krisis di masa depan.

Pelaksanaan seminar turut mendapat dukungan dari Fakultas Ilmu Komunikasi UMRI dan menjadi bagian dari implementasi kerja sama akademik antara Universitas Muhammadiyah Riau dengan Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) dalam memperkuat jejaring pendidikan tinggi di tingkat internasional. (rls)

Terkini