Pemkab Rohil Kembangkan Produk Unggulan

Senin, 15 Agustus 2016 | 22:42:45 WIB
Pemkab Rohil Kembangkan Produk Unggulan
Ket Foto : Bupati Suyatno, Kapolres AKBP Posma Lubis, Dandim 0321/Rohil Letkol Arh Bambang Sukisworo serta Plt Sekda Surya Arfan foto bersama dengan pejabat Bank RiauKepri di stand bazar MTQ Rohil. (adv)
BADAN Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) tidaknya hanya fokus pada pengembangan bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan semata. Tahun 2017 mendatang, institusi ini berupaya mengentaskan kemiskinan melalui pengembangan produk unggulan lokal.
 
Demikian diungkapkan Kepala Bappeda Rohil, HM Job Kurniawan, baru-baru ini di Bagansiapiapi. "Bappeda itu kan penggodok seluruh program Satuan Kerja (Satker). Nah, tahun depan kita fokus pada pembinaan sektor industri usaha kecil menangah lokal hingga perluasan budidaya pertanian, perkebunan, perikanan, sampai kepariwisataan," terang Job Kurniawa.
 
Diterangkan Job Kurniawan, kebijakan yang dilakukan Bappeda Rohil seiring terjadinya sedikit perubahan struktur APBD tahun depan. Di mana, Rohil harus beersiap diri berhemat keuangan belanja daerah apabila turunnya harga minyak dunia terus berlanjut.
 
"Mau tidak mau, Bappeda harus putar otak agar roda pembangunan di Kabupaten Rohil dapat menyentuh ke pelosok daerah. Dengan begitu, semua institusi pemerintahan harus mengedepankan program-program utamanya," tegas Job Kurniawan. 
 
Menurut Job Kurniawan, hal ini dilakukan seiring Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah yang merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program Kepala Daerah 2016-2021 yang penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP)  Daerah dan memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional. 
 
"Memanfaatkan sentra-sentra produksi unggulan yang ada agar tumbuh dan berkembang menjadi kawasan industri adalah fokus utama kita ke depan. Misalnya, Kecamatan Rimba Melintang sebagai pusat pertanian padi dapat terus bertahan dan meningkat sebagai lumbung padi tidak hanya di Rohil tetapi di Provinsi Riau. Pulau Halang di Kecamatan Kubu Babussalam terus kita kembangkan menjadi industri perikannya, misalnya pengembangan ikan asin, terasi, dan lainnya. Begitu juga di kecamatan lainnya apa yang menjadi produk unggulannya terus kita dorong agar tumbuh dan berkembang menjadi kawasan industri," papar Kepala Bappeda Rohil, HM Job Kurniawan.
 
Sehingga, sambung Job Kurniawan, perekonomian rakyat bisa terus membaik dan meningkat seiring pengentasan kemiskinan yang menjadi target utama Pemkab Rohil. "Di samping itu, Pemkab Rohil masih terus fokus terhadap peningkatan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pertanian, perkebunan, dan lainnya," sambung Job Kurniawan. 
 
Namun demikian, Bappeda Rohil tetap mengaktifkan kembali sektor-sektor lainnya yang pernah jaya di Rohil, misalnya perluasan sawah agar tidak beralihfungsi menjadi perkebunan kelapa sawit rakyat. "Kita juga terus berupaya ingin mengembalikan bagaimana besarnya produksi ikan di Rohil yang pernah menjadi nomor dua di dunia setelah Norwegia, termasuk peternakan, pertanian tetapi tidak mengesampingkan perkebunan," ulas Job Kurniawan. 
 
Di samping itu, adanya konsep pengembangan industri hilir dan hulu diterangkan Job Kurniawan tidak harus melebar kemana-mana. "Kita tidak ingin melebar kemana-mana soal industri hilir dan hulu. Ini dilakukan agar tetap terfukus dengan pengembangan kawasan industri lokal itu sendiri. Makanya kita konsentrasi di sentral-sentral home industri dahulu, seperti Pujud yang dikenal sebagai penghasil ikan salai, bagaimana bisa terus meningkat agar ekonomi kerakyatan terus membaik. Tetapi ikan salai seperti ini tidak harus memanfaatkan ikan hasil tangkapan sungai saja, juga harus dilakukan dengan bahan pokok ikan hasil panen budidaya," terangnya. 
 
Tetapi, terang Job Kurniawa, semua itu harus dikemas dengan rapi agar minat pembeli meningkat dengan dilengkapi label halal dan standar kesehatan dan produk Standar Nasional Indonesia (SNI). "Sehingga, jika dipasarkan secara modern menarik pembeli. Kemudian, kita juga harus menangkap dengan jeli potensi-potensi yang ada di Rohil. Contohnya, bagaimana pun lahan-lahan kita masih banyak yang kosong untuk ditanami kebutuhan sehari-hari misalnya sayur mayur dan lainnya. Apalagi, kebutuhan pokok kita juga masih disuplai dari luar daerah walaupun hanya beberapa persen saja," rincihnya. 
 
Disamping itu, Job Kurniawan menegaskan Bappeda Rohil masih mengutamakan pelayanan kesehtaan yang baik, pendidikan yang berkualitas, infrastruktur yang memadai. "Sehingga masyarakat bisa terlayani secara tanggap, cepat, dan tepat. Apalagi, pembangian wilayah pendidikan yang ditangani oleh kabupaten tahun depan hanya tinggal PAUD, TK, SD dan SMP. Sedangkan tingkat SMA sederajat ditangani Pemerintah Provinsi. Ini artinya, beban kita semakin berkurang dan fokus kita kepada program unggulan lainnya bisa terus digiatkan," paparnya. *
 
Gandeng Pengusaha, DPRD Riau Ajak Lintas Satker Bina UKM 
 
Anggota DPRD Riau, Siswaja Muljadi bersama pengusaha Mega Rasa Pekanbaru, Benny mengajak lintas Satuan Kerja (Satker), seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Rokan Hilir (Rohil) memberikan pembinaan dan kemudahan izin bagi pelaku usaha kecil dan home industri.
 

Anggota DPRD Riau Siswaja Muljadi dan pengusaha serta pelaku UKM yang mendapatkan penghargaan presiden SBY serta Gubri saling berkoordinasi dengan lintas Satker Pemkab Rohil dalam mengembangkan produk unggulan Rohil. (adv)

Usai meninjau sejumlah pelaku usaha di Kecamatan Sinaboi dan Bangko, Jumat (20/5) pekan lalu, Siswaja Muljadi dan Benny langsung menemui Kepala Bappeda HM Job Kurniawan, Kadisperindag Syafruddin dan Kadiskop dan UKM Jon Safrindow untuk membahas berbagai solusi membesarkan usaha rumahan warga Rohil. Hal ini dilakukan Siswaja Muljadi dalam rangka memenuhi keinginan Bappeda agar DPRD Riau terlibat langsung membina UKM di Rohil.
 
"Saya dan bapak Benny, selaku Pembina UKM Kota Pekanbaru dan kebetulan beliau juga pemilik toko Oleh-oleh Mega Rasa Pekanbaru turun untuk melihat langsung proses pengerjaan berbagai produksi olahan makanan di dua kecamatan yakni, Sinaboi dan Bangko. Hasilnya, pelaku usaha home industri sangat-sangat membutuhkan pembinaan yang matang bagaimana produksi mereka bisa menjangkau pasar luar," papar Siswaja di Bagansiapiapi. 
 
Menurut Siswaja, pentingnya pembinaan bagi pelaku usaha rumahan dan kemudahan mendapatkan izin usaha sangat diperlukan. "Para pelaku usaha rumahan banyak yang tidak memiliki izin usaha, dan mereka juga sangat membutuhkan izin keesehatan makanan supaya produk mereka bisa menjangkau pasar luar. Persoalan ini rata-rata kami temukan pada pelaku UKM pembuatan kerupuk kentang, kerupuk kerupuk ubi, aneka kue, hingga kacang pukul," ungkap politisi Partai Gerindra ini.
 
Untuk itulah Aseng, begitu Siswaja disapa, langsung menemui HM Job Kurniawan, Jon Safrindow, dan Syafruddin bersana Benny di Kantor Bappeda Rohil akhir pekan lalu. "Dalam pertemuan itu, saya dan pak Benny menyampaikan kepada lintas satker agar masalah UKM yang ada di Rohil segera diatasi. Hasil temuan kami bahwa rata-rata pelaku UKM belum dilengkapi izin usaha dan kesehatan yang benar harus segera dicarikan solusinya dengan memberikan kemudahan bagi mereka mengurus segala izin yang berhubungan dengan usahanya," jelas tokoh masyarakat Tionghoa Rohil ini.
 
Selaian itu, sambung Aseng, Pemkab Rohil dan Satker yang terlibat diharap dapat memberikan bantuan administrasi bagi pelaku UKM. "Sehingga para pelaku UKM dapat menjual produk mereka ke daerah lain di luar Rohil yang lebih luas. Dengan begitu, usaha rumahan mereka berkembang dan pada akhirnya dapat membuka lapangan pekerjaan serta dapat pula meningkatkan kegiatan home industri di Rohil," ulas Aseng. 
 
Di hadapan lintas satker pada pertemuan itu, ungkap Aseng, dirinya meminta Pemkab Rohil membuat perencanaan yang baik dalam mengembangkan UKM. "Kita ingin Pemkan Rohil melalui dinas terkait memberikan bantuan peralatan kerja home industri. Sehingga bisa  tepat guna, tepat anggaran, dan tepat sasaran. Kemudian, lakukan selalu pengawasan dan evaluasi terhadap bantuan tersebut," harap Aseng.*
 
Difasilitasi Siswaja dan Pemkab Rohil, Pelatihan UKM Dibanjiri Peserta
 
Pelatihan pelaku Usaha Kecil Menangah (UKM) dengan menghadirkan narasumber kompeten yang pernah meraih piala Upakarti Presiden SBY, Benny, dibanjiri ratusan peserta di Gedung Serba Guna, Bagansiapiapi, Selasa (24/5) sore. Kegiatan ini difasilitasi Anggota DPRD Riau, Siswaja Muljadi dan beberapa dinas terkait Pemkab Rohil.
 
Kepala Bappeda Rohil HM Job Kurniawan, Plt Sekda Surya Arfan serta Anggota DPRD Riau Siswaja Muljadi memamerkan produk unggulan Rohil dalam suatu pelatihan UMKM di Bagansiapiapi. (adv)
 
Pelatihan pelaku UKM dalam mengembangkan produk makanan lebih terfokus pada kemudahan pemberian berbagai izin, misalnya menyangkut izin edar produk dari Dinas Kesehatan, label halal dari Mejelis Ulama Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta izin usaha dari Dinas Tanaga Kerja dan Transmigrasi Rohil.
 
Di samping itu, pelaku UKM produk makanan juga diberi pelatihan tata cara mengolah makanan siap saji menyangkut rasa, kemasan, dan ciri khas suatu daerah. Selain beberapa kepala dinas, pelatihan yang dibuka Plt Sekda Rohil, Drs H Surya Arfan MSi ini juga dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah setempat, HM Job Kurniawan, dan anggota DPRD Rohil, Ucok Mukthar, Ketua MUI Rohil, DRS H Wan Achmad Syaiful MSi.
 
Dalam paparannya kepada ratusan peserta, Benny mengajak pelaku UKM, bertanggungjawab dalam mengembangkan produk olahan rumahtangganya. "Sebagai asli kelahiran Bagansiapiapi, rasanya terlambat saya  membagikan ilmu tentang mengembangkan UKM dalam berbagai produk makanan. Tetapi, kali ini saya berbagi ilmu supaya pelaku UMK di Rohil dalam mengembangkan usaha dengan cepat asal dikerjakan dengan penuh hati dan kecintaan," ucap Benny.
 
Menurut Benny, semua pelaku UKM tidak perlu kecil hati karena semua usaha diawali dari yang kecil hingga berkembang menjadi besar. "Dalam bisnis UKM, ada lima pokok penting yang harus dipenuhi pelaku UKM. Pertama pasar, kedua merek, nama asal produk, izin usaha, dan jaringan usaha. Jika ini terpenuhi, maka produk kita dengan mudah dipasarkan ke mana saja," tegas Benny memberi semangat ratusan peserta.
 
Untuk itu, Benny meminta Pemkab Rohil dapat memfasilitasi pelaku UKM dalam kemudahan mendapatkan berbagai izin untuk mendukung produk olahannya supaya layak dipasarkan ke luar daerah. "Semua produk makanan harus memiliki izin kesehatan, izin edar, label halal MUI, BPOM, dan lainnya. Nah, di sinilah butuh peran dinas terkait siap mempelopori produk makanan UKM Rohil dengan memberikan kemudahan pengurusan izin," harap Benny.
 
Sementara itu, Anggota DPRD Rohil Siswaja Muljadi yang memfasilitasi kegiatan bersama dinas terkait menambahkan. Selaku wakil rakyat dirinya wajib membantu masyarakat dalam bentuk apapun termasuk memberikan pelatihan tersebut dengan menghadirkan narasumber yang kompeten. 
 
"Pelaku UKM perlu mendapat perhatian khusus agar usahanya berkembang hingga dapat menekan angka pengangguran. Masyarakat yang berkecimpung pada UKM maupun home industri layak mendapat pelatihan ini supaya produk olahan makanan mereka bervariatif dan menarik minat pembeli," tegas Siswaja.
 
Untuk itu, melalui pelatihan UKM ini, Siswaja menyosialisasikan  Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Tanggungjawab Sosial Perusahaan. "Ada yang bisa kita manfaatkan dari perusahaan untuk pelaku UKM di Rohil. Caranya dengan menerapkan  Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Tanggungjawab Sosial Perusahaan, di mana, perusahaan wajib mengeluarkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk pinjaman modal usaha kepada pelaku UKM," terang Siswaja. 
 
Pelatihan UMKM yang ditaja Pemkab Rohil dan anggota DPRD Riau Siswaja Muljadi dibanjiri peserta. (adv)
 
Sementara itu, Plt Sekda Rohil Drs H Surya Arfan MSi menegaskan dirinya langsung memerintahkan dinas terkait untuk mempermudah pengurusan berbagai izin kepada pelaku UKM. "Para pelaku UKM di Rohil tidak perlu lagi khawatir. Ini saya langsung perintahkan kepada kepala dinas masing-masing yang berhubungan dengan izin usaha UKM supaya dipermudah dan digratiskan," tegas Surya Arfan disambut gemuruh tepuk tangan ratusan peserta pelatihan UKM.  
 
Surya Arfan pun langsung mengucapkan terima kasih kepada Benny dan Siswaja yang telah berusaha ikut terlibat memajukan pelaku UKM di Rohil. "Bayangkan, pak Siswaja dan pak Benny selain telah meninjau berbagai tempat pelaku UKM produk makanan, mereka juga telah meninjau stan Bazar MTQ yang menjajakan makanan olahan asli Bagansiapiapi dan kecamatan lain di Rohil. Ini patut kita acungi jempol dalam usaha mereka terlibat memajukan pelaku UKM," puji Surya Arfan.
 
Ke depan, Surya Arfan meminta semua produk olahan makanan di Rohil harus berkembang dan menembus pasar luar. "Namun registrasi produk UKM perlu diutamakan karena ini menyangkut standar produk makanan dan minuman untuk dipasarkan ke luar daerah. Untuk itu, dinas terkait bagaimana membantu pelaku UKM mempermudah izin kesehatan, pemasaran dan lainnya. Sehingga produk UKM Rohil dapat dijadikan oleh-oleh buat wisatawan," sebut Surya Arfan. (adv)