Super Flu Terdeteksi di 13 Provinsi, IDAI Ingatkan Risiko pada Anak

Super Flu Terdeteksi di 13 Provinsi, IDAI Ingatkan Risiko pada Anak
Kementerian Kesehatan RI mengonfirmasi Influenza A H3N2 subclade K atau "Super Flu" terdeteksi di 13

RIAUREALITA.COM — Kementerian Kesehatan RI mengonfirmasi Influenza A H3N2 subclade K atau "Super Flu" sudah terdeteksi di 13 provinsi, dengan lonjakan pasien anak di Jawa Timur. IDAI menegaskan anak usia 0-17 tahun berisiko dua kali lebih tinggi terinfeksi influenza simtomatik dibanding orang dewasa. Berikut panduan lengkap untuk ibu: dari gejala, komplikasi, sampai langkah pencegahan yang bisa dilakukan di rumah.

Angka global influenza memang besar: diperkirakan 1 miliar infeksi setiap tahun, dengan 3-5 juta kasus berat dan 290 ribu hingga 650 ribu kematian terkait pernapasan. Kelompok paling rentan meliputi anak di bawah 5 tahun, lansia, ibu hamil, individu dengan penyakit kronis, serta tenaga kesehatan dan pengasuh.

Data WHO Western Pacific Region periode 1 September 2025-30 Agustus 2026 menunjukkan aktivitas influenza di zona transmisi Asia Tenggara terus meningkat. Pemantauan sentinel di Indonesia mencatat fluktuasi positif sepanjang tahun dengan puncak pada akhir 2025 dan lonjakan kembali pada pertengahan 2026.

Mengapa Anak Lebih Rentan Terkena Super Flu

Dr dr Hikari Ambara Sjakti, Sp.A, Subsp H.Onk(K), Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI, menjelaskan bahwa sistem imun anak masih dalam tahap perkembangan.

"Data global menunjukkan bahwa anak usia 0-17 tahun memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami infeksi influenza simtomatik dibandingkan orang dewasa. Sistem imun anak masih naif, sehingga tubuh mereka belum cukup kuat untuk segera mengendalikan dampak infeksi virus," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Selasa (22/9/2026).

Anak juga disebut cenderung melepaskan virus dalam jumlah lebih banyak dan lebih lama. Kondisi ini membuat mereka berpotensi menjadi sumber penularan di lingkungan keluarga dan sekolah.

Komplikasi Serius yang Mengintai

Prof Dr dr Anggraini Alam, Sp.A, Subsp IPT(K), dari Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropis IDAI, menekankan pentingnya deteksi dini dan tata laksana yang tepat. Pada anak dengan faktor risiko, influenza dapat memicu komplikasi berat seperti pneumonia, eksaserbasi asma, miokarditis, hingga ensefalopati.

Data IDAI menunjukkan sekitar 5 persen anak yang terinfeksi influenza memerlukan rawat inap. Dari jumlah tersebut, 80 persen di antaranya adalah anak di bawah usia 2 tahun, dan 50 persen berusia kurang dari 6 bulan.

Anak di bawah 5 tahun memiliki morbiditas tinggi, terutama mereka yang menghadiri tempat penitipan anak, memiliki kelainan neurologi dan tumbuh kembang, tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang, atau berada di area padat penduduk.

Deteksi Dini dan Pengobatan yang Tepat

Prof Anggraini menegaskan


Berita Lainnya

Index
Galeri