RIAUREALITA.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (12/10/2026), mencakup potensi hujan sedang hingga sangat lebat serta angin kencang. Peringatan ini disampaikan melalui akun Instagram resmi BMKG, dengan empat provinsi masuk kategori siaga dan sembilan provinsi berstatus waspada. Masyarakat diimbau mewaspadai dampak hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan genangan yang berpotensi mengganggu aktivitas harian.
Informasi ini disampaikan BMKG melalui akun Instagram resminya. Hampir seluruh pulau besar di Indonesia diprediksi mengalami hujan lebat hingga angin kencang pada hari tersebut.
Wilayah Berstatus Siaga: Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
Empat provinsi masuk dalam kategori siaga karena berpotensi dilanda hujan lebat hingga sangat lebat. Keempat wilayah tersebut adalah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Kalimantan Barat.
Pada level siaga, potensi dampak yang perlu diantisipasi meliputi banjir, banjir bandang, dan longsor. Dampak tersebut diprediksi signifikan terhadap aktivitas masyarakat, layanan publik, serta infrastruktur di wilayah terkait.
Wilayah Berstatus Waspada: Hujan Sedang hingga Lebat
Sembilan provinsi masuk kategori waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Wilayah-wilayah tersebut adalah Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua Barat Daya, dan Papua.
Untuk level waspada, potensi dampak hidrometeorologi mencakup genangan air, luapan air sungai, dan longsor. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di daerah terdampak.
Angin Kencang di Sulawesi Selatan
BMKG juga mencatat potensi angin kencang di Sulawesi Selatan. Wilayah ini menjadi satu-satunya provinsi yang diprediksi mengalami kondisi angin kencang pada hari tersebut.
Kondisi Jabodetabek
Khusus wilayah Jabodetabek, BMKG memprediksi hujan sedang hingga lebat di tiga daerah: Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok. Tidak ada wilayah Jabodetabek yang masuk kategori hujan lebat-sangat lebat maupun sangat lebat-ekstrem.
Pengaruh El Nino dan IOD Positif
Memasuki Dasarian II Oktober 2026, kondisi atmosfer Indonesia masih dipengaruhi fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kombinasi kedua fenomena ini cenderung menghambat pertumbuhan awan hujan serta mengurangi pasokan kelembapan di sebagian wilayah Indonesia.
Dampaknya, kondisi atmosfer diprediksi relatif kering di sejumlah daerah. BMKG mengingatkan potensi kekeringan, terutama bagi wilayah yang tidak mengalami hujan dalam periode panjang.
Masyarakat di wilayah berstatus siaga dan waspada disarankan memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. Antisipasi dini terhadap potensi banjir, longsor, dan genangan air menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko dampak hidrometeorologi.

