RIAUREALITA.COM — Sungai Maron di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menawarkan pengalaman menyusuri aliran tropis sepanjang 4,5 kilometer yang diapit hutan rindang dan tebing karst, sampai bermuara di Pantai Ngiroboyo. Tiket masuk kawasan hanya Rp 5.000 per orang, sementara sewa perahu motor berkapasitas 4-6 orang dikenai Rp 100.000 per armada untuk perjalanan sekitar 45 menit. Lokasinya berjarak 24-37 kilometer dari pusat Kota Pacitan dan bisa ditempuh 40-75 menit dengan kendaraan pribadi.
Sungai Maron mengalir tenang di antara dinding batu gamping yang menjulang, membentuk lorong hijau yang membuat wisatawan menyebutnya "Amazon Jawa Timur". Aliran airnya berasal dari mata air alami di kawasan karst, lalu melintasi Dusun Maron sebelum tumpah ke Pantai Ngiroboyo. Perahu motor warga menjadi satu-satunya cara menyusuri rute ini.
Daya Tarik Utama: Lorong Hijau dan Air Tosca
Pada musim kemarau, permukaan air Sungai Maron berwarna hijau kebiruan yang jernih. Warna itu muncul dari refleksi vegetasi di sekeliling dan pasokan mata air alami yang stabil. Saat musim hujan tiba, warna air berubah cokelat keruh karena membawa endapan dari hulu.
Sepanjang 4,5 kilometer perjalanan, pengunjung melewati lorong pepohonan rimbun dan tebing kapur. Ada beberapa titik swafoto populer, termasuk Ayunan Cinta dan area sumber mata air Kali Sirah.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
- Menyusuri sungai dengan perahu motor warga selama sekitar 45 menit
- Berfoto di Ayunan Cinta dan titik-titik panorama di sepanjang aliran
- Melihat langsung sumber mata air Kali Sirah
- Menikmati suasana hutan tropis dan formasi tebing karst dari atas perahu
Cara Menuju Lokasi
Sungai Maron berada di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Dari pusat Kota Pacitan, jaraknya sekitar 24-37 kilometer dengan waktu tempuh 40-75 menit menggunakan kendaraan pribadi. Rute menuju lokasi melewati jalan kabupaten dengan kondisi berkelok, jadi pastikan kendaraan dalam kondisi prima.
Tiket Masuk dan Sewa Perahu
Tiket masuk kawasan Sungai Maron ditetapkan Rp 5.000 per orang. Untuk menyusuri sungai, pengunjung menyewa perahu motor milik warga lokal berkapasitas 4-6 orang dengan tarif Rp 100.000 per armada. Pengelola menyediakan jaket pelampung, area parkir, warung makan, mushola, dan toilet di sekitar titik keberangkatan.
Ekosistem Karst yang Menopang Sungai
Aliran Sungai Maron melintasi kawasan batuan gamping yang kaya mineral kalsium dan magnesium. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan tingkat kesadahan air yang sangat tinggi, dengan rentang total 516 hingga 3.264 mg CaCO? per liter. Tingginya kadar kesadahan itu berkorelasi positif terhadap sintas dan pertumbuhan organisme bentik di dasar sungai.
Penelitian mengidentifikasi setidaknya tujuh spesies makrozoobentos di kawasan ini, antara lain Clea helena (keong assassin), Corbicula javanica (kerang), Filopaludina javanica (tutut Jawa), dan Karstarma malang (kepiting gua) yang khas habitat karst.
Dampak bagi Warga Dusun Maron
Kehadiran wisata Sungai Maron mengubah sebagian mata pencaharian warga Dusun Maron. Sejumlah keluarga beralih dari sektor pertanian ke jasa pariwisata dan usaha mikro, seperti menyewakan perahu, membuka warung makan, dan mengelola penginapan sederhana.
Meski begitu, sektor pariwisata Kabupaten Pacitan secara keseluruhan masih menghadapi tantangan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah. Data analisis keuangan daerah mencatat realisasi PAD Pacitan sebesar Rp 213,30 miliar pada 2023, terendah di antara kabupaten di Jawa Timur. Penyebab utamanya adalah dominasi wisatawan harian yang belum banyak menginap atau memakai fasilitas berbayar daerah.
Tips Berkunjung
Waktu terbaik datang adalah musim kemarau saat cuaca cerah, supaya warna hijau tosca air sungai terlihat maksimal. Bawa pakaian ganti karena percikan air kerap mengenai penumpang perahu. Patuhi instruksi pemandu dan kenakan jaket pelampung selama perjalanan. Untuk informasi tarif atau jadwal terbaru, wisatawan dapat mengonfirmasi ke dinas pariwisata setempat.
Durasi ideal kunjungan ke Sungai Maron sekitar dua hingga tiga jam, sudah termasuk perjalanan perahu dan waktu berfoto. Jika ingin merasakan suasana Pacitan lebih lengkap, wisatawan bisa menggabungkan kunjungan ke Pantai Ngiroboyo yang berada di muara sungai ini.