RIAUREALITA.COM — Serangan rudal kelompok Houthi menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026), menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Rekaman CCTV yang diperoleh Reuters menunjukkan ledakan terjadi saat ratusan jamaah umrah sedang menunggu di Terminal 3. Otoritas Penerbangan Sipil Saudi menghentikan seluruh operasi bandara, dan serangan susulan pada Minggu menambah satu korban tewas.
Rekaman pengawasan yang diverifikasi Reuters memperlihatkan suasana Terminal 3 Bandara King Khalid sebelum rudal menghantam. Jamaah umrah pria berpakaian putih tampak hilir mudik, sementara sejumlah perempuan mengenakan pakaian hitam panjang. Sebagian penumpang tengah mengantre di gerbang keamanan, sebagian lain duduk di ruang tunggu.
Kilatan cahaya datang tiba-tiba. Lokasi itu hancur seketika, dan orang-orang berlarian panik mencari perlindungan. Stempel waktu pada rekaman mengonfirmasi kejadian berlangsung Sabtu, 10 Oktober 2026.
Korban dan Kerusakan
Otoritas Penerbangan Sipil Saudi menyatakan serangan pada Sabtu menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Operasi bandara langsung dihentikan setelah insiden tersebut.
Serangan kembali terjadi Minggu sore waktu setempat. Seorang warga Pakistan tewas dan 11 orang lainnya terluka dalam serangan susulan di bandara yang sama. Otoritas bandara menyebut serangan itu mengakibatkan kerusakan material yang saat ini sedang dinilai.
Operasi Bandara Terhenti
Dua sumber penerbangan senior dan data Flightradar24 mengonfirmasi penghentian operasi di Bandara Riyadh pada Minggu. Sumber penerbangan kedua menyebut radar dan peralatan komunikasi rusak, sementara landasan pacu perlu diperiksa sebelum operasi bisa dilanjutkan.
Pemantau lalu lintas udara Flightradar24 mencatat penutupan bandara diperpanjang hingga pukul 21.00 Greenwich Mean Time atau 00.00 waktu Arab Saudi. Sumber penerbangan menyatakan penghentian operasi berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Dampak bagi Jamaah Umrah
Terminal 3 Bandara King Khalid menjadi titik keberangkatan dan kedatangan utama bagi jamaah umrah dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Ledakan terjadi saat ratusan calon jamaah tengah menunggu proses keberangkatan, menjadikan bandara ini lokasi dengan korban terbanyak dalam serangan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah warga negara asing yang terdampak, termasuk apakah ada jamaah asal Indonesia di antara para korban.
Serangan rudal Houthi terhadap Bandara Riyadh menandai eskalasi konflik di kawasan Teluk yang berdampak langsung pada infrastruktur sipil. Penutupan bandara internasional utama Arab Saudi ini berpotensi mengganggu jadwal penerbangan jamaah umrah dan haji dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, selama proses pemulihan fasilitas bandara berlangsung.