RIAUREALITA.COM — Otoritas Jasa Keuangan menargetkan Indonesia memiliki lima bank syariah berskala besar pada 2027, dengan ukuran usaha yang mendekati Bank Syariah Indonesia. Target itu dikejar lewat dua jalur sekaligus, yakni konversi bank konvensional menjadi syariah dan pemisahan unit usaha syariah. Proses menuju target tersebut disebut sudah berjalan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan target lima bank syariah besar itu bukan sekadar proyeksi jangka panjang. Menurut dia, prosesnya sudah bergerak, baik melalui konversi bank konvensional maupun spin-off unit usaha syariah.
Pernyataan itu disampaikan Dian dalam program Power Lunch CNBC Indonesia. OJK menilai dua jalur tersebut sebagai cara paling realistis memperbesar skala industri syariah tanpa harus menunggu pertumbuhan organik yang lambat.
Dua Jalur yang Ditempuh OJK
Jalur pertama adalah konversi. Bank konvensional yang punya portofolio syariah memadai diarahkan untuk mengubah statusnya menjadi bank syariah penuh. Jalur kedua adalah spin-off, yaitu memisahkan unit usaha syariah dari induk konvensionalnya agar berdiri sebagai entitas tersendiri.
Kedua mekanisme itu sudah dikenal dalam kerangka pengaturan perbankan syariah. OJK menempatkannya sebagai instrumen utama untuk membentuk bank-bank syariah berukuran besar, bukan sekadar menambah jumlah pemain kecil di pasar.
Mengapa Skala Usaha Jadi Kunci
Skala usaha menentukan kemampuan bank syariah bersaing di segmen pembiayaan besar, termasuk proyek infrastruktur dan korporasi. Bank dengan modal dan aset terbatas sulit masuk ke pembiayaan bernilai besar karena terbentur batas kewajiban penyediaan modal minimum serta rasio kecukupan modal.
BSI menjadi acuan karena posisinya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia setelah merger tiga bank syariah milik Himbara. Skala BSI memberi gambaran seberapa besar ukuran yang dibutuhkan agar sebuah bank syariah bisa disebut besar.
Apa Artinya bagi Industri dan Investor
Bagi pelaku industri, target ini membuka ruang konsolidasi. Bank konvensional dengan unit usaha syariah yang sudah cukup besar menghadapi pilihan strategis: melakukan spin-off lebih cepat atau mengejar konversi penuh.
Bagi investor, munculnya bank syariah berskala besar menambah pilihan instrumen di sektor keuangan. Saham bank syariah yang lebih besar berpotensi memiliki likuiditas lebih baik dan bobot lebih signifikan dalam indeks.
OJK belum merinci bank mana saja yang masuk dalam hitungan target lima bank syariah besar tersebut. Yang jelas, tenggat 2027 memberi ruang sekitar satu tahun bagi bank-bank yang berminat menyesuaikan struktur usaha dan permodalan mereka.