RIAUREALITA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 3,28% ke level 6.036,88 pada perdagangan Jumat (2/10/2026), nyaris menyentuh titik terendah pekan ini di 5.973,16. Saham teknologi, barang baku, dan konsumen non primer menjadi tiga sektor yang paling dalam koreksinya, masing-masing turun 12,45%, 5,29%, dan 4,82% sepanjang sepekan. Volume transaksi yang didominasi aksi jual mencapai 260,32 miliar saham dengan nilai Rp63,19 triliun.
Posisi tertinggi IHSG sepekan ini sempat tersentuh di 6.227,89 pada perdagangan Senin pagi hingga siang. Setelah itu, tekanan jual beruntun membuat indeks berbalik arah dan menutup pekan dengan koreksi tajam.
Frekuensi jual-beli sepanjang pekan tercatat 8,47 juta kali. Nilai transaksi Rp63,19 triliun mengindikasikan pelaku pasar lebih banyak melepas posisi ketimbang menambah eksposur.
Tiga Sektor Paling Tertekan
Pelemahan IHSG pekan ini dipicu oleh tekanan di tiga kelompok saham utama. Sektor teknologi mencatat koreksi paling dalam, diikuti barang baku dan konsumen non primer.
- Saham teknologi: turun 12,45% dalam sepekan
- Saham barang baku: turun 5,29% dalam sepekan
- Saham konsumen non primer: turun 4,82% dalam sepekan
Koreksi di sektor teknologi menjadi yang paling signifikan. Tekanan jual di kelompok saham ini menyeret indeks secara keseluruhan karena bobot kapitalisasi pasarnya cukup besar.
Posisi IHSG di Ambang Level Terendah
Level terendah IHSG pekan ini di 5.973,16 hanya terpaut tipis dari posisi penutupan 6.036,88. Jika tekanan jual berlanjut, indeks berpotensi menguji kembali area tersebut pada sesi berikutnya.
Sebaliknya, level tertinggi 6.227,89 yang tercapai di awal pekan menjadi resistance terdekat. IHSG membutuhkan sentimen positif baru untuk kembali mendekati level itu.
Saham Potensial di Tengah Koreksi
Meski indeks melemah, sejumlah saham masih dinilai menarik untuk dicermati. Saham-saham yang berada dalam tren naik dan pola bullish menjadi perhatian utama pelaku pasar pada perdagangan Senin (5/10/2026).
Pemilihan saham di tengah koreksi pasar memerlukan kehati-hatian. Pelaku pasar umumnya mencermati saham dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi sebelum mengambil posisi.
Sentimen yang Perlu Dicermati
Arah IHSG pekan ini akan dipengaruhi oleh kelanjutan aksi jual asing dan respons pasar terhadap data ekonomi terbaru. Volume perdagangan yang tinggi dengan dominasi jual menjadi sinyal yang perlu diwaspadai.
Investor dapat memantau pergerakan indeks di sekitar level 5.973 sebagai support kunci. Penembusan ke bawah area itu berpotensi memperpanjang koreksi, sementara bertahannya indeks di atas level tersebut membuka peluang rebound teknis.