RIAUREALITA.COM — Meta menuai hasil besar dari akuisisi Scale AI senilai USD 14 miliar atau setara Rp 250 triliun yang dilakukan pertengahan 2025. Dalam lima hari terakhir, nilai pasar Meta melonjak USD 234 miliar atau sekitar Rp 4.191 triliun, jauh melampaui biaya akuisisi. Lonjakan ini dipicu kesuksesan Muse, aplikasi AI besutan Meta yang langsung mendominasi App Store Amerika Serikat dan Kanada.
Scale AI dan Perekrutan Alexandr Wang
Meta tidak sekadar membeli teknologi Scale AI. Perusahaan milik Mark Zuckerberg itu mengakuisisi seluruh karyawan startup tersebut, termasuk CEO-nya, Alexandr Wang. Wang menerima USD 5 miliar atau sekitar Rp 89,5 triliun dari kesepakatan itu dan langsung ditunjuk sebagai Chief AI Officer Meta.
Keputusan tersebut sempat dianggap tidak masuk akal oleh kalangan investor. Harga yang dibayar Meta dinilai keterlaluan untuk sekadar mendapatkan talenta dan tim dari sebuah perusahaan rintisan AI.
Muse Charm dan Ledakan Unduhan
Meta memperkenalkan Muse Charm dalam acara Meta Connect 2026 yang digelar 23 September. Perangkat keras berbasis AI berukuran mungil itu dirancang agar pengguna bisa berinteraksi langsung dengan agen AI Meta bernama Muse. Bentuknya mengingatkan pada mainan Tamagotchi era 1990-an.
Respons pasar melampaui ekspektasi. Data Sensor Tower mencatat Muse mencapai 2,8 juta unduhan dalam 12 hari pertama peluncurannya di App Store Amerika Serikat dan Kanada. Angka itu melampaui ChatGPT milik OpenAI yang hanya memperoleh 1,3 juta unduhan pada periode yang sama.
Muse juga mencetak rekor unduhan harian baru di AS sebanyak 264 ribu pada 19 September 2026, hari ketiga berturut-turut di atas 200 ribu unduhan. Posisinya melesat ke peringkat teratas App Store.
Respons Investor dan Perubahan Narasi
Investor teknologi Adam Khoo sebelumnya menyampaikan bahwa harga akuisisi Scale AI tampak keterlaluan. Kini penilaiannya berbalik.
"Sekarang, lihatlah produk-produk AI baru Meta yang dikembangkan di bawah kepemimpinan Wang telah menambah nilai pasar sekitar USD 200 miliar. Tiba-tiba, membayar miliaran dolar untuk mendapatkan talenta kelas dunia tidak lagi tampak begitu gila. Begitulah cara para pengusaha hebat berpikir," kata Adam, dikutip detikINET dari Yahoo Finance, Senin (28/9/2026).
Adam menambahkan, pertanyaannya bukan lagi berapa banyak Meta menggelontorkan uang untuk mendapatkan Wang. Menurutnya, pertanyaannya adalah berapa banyak nilai yang dapat diciptakan Wang untuk Meta.
"Jika seseorang dapat membantu Anda menciptakan nilai USD 10 miliar, membayar mereka USD 1 miliar bisa menjadi harga yang sangat murah," tambahnya.
Posisi Meta di Peta Persaingan AI
Kesepakatan Scale AI mengubah pandangan yang sebelumnya menilai Meta terlambat memasuki dunia AI. Kini Meta berada di posisi yang benar-benar memimpin, dengan Muse sebagai produk yang membuktikan strategi akuisisi talenta mereka berjalan.
Lonjakan valuasi USD 234 miliar dalam lima hari terakhir menjadi pembenaran atas USD 14,3 miliar yang dihabiskan Meta untuk Scale AI. Bagi pelaku pasar digital di Indonesia, langkah Meta ini menjadi sinyal bahwa perang talenta AI global semakin menentukan posisi sebuah perusahaan teknologi, bukan hanya dari sisi produk tetapi juga valuasi pasar.