Film Halima Raih Best Fiction di Finnish Film Affair Helsinki

Jumat, 25 September 2026 | 15:02:32 WIB
Sutradara Naima Mohamud memenangkan Best Fiction di Finnish Film Affair Helsinki melalui proyek film

RIAUREALITA.COM — Proyek film "Halima" karya sutradara Naima Mohamud memenangkan penghargaan utama Best Fiction di ajang Finnish Film Affair, Helsinki. Komedi hangat tentang gadis Somalia berusia 10 tahun yang berusaha berbaur di Finlandia tahun 1998 itu menjadi film Finlandia pertama yang disutradarai perempuan kulit hitam. Kemenangan ini menegaskan posisi Mohamud sebagai suara baru sinema Nordik.

Naima Mohamud membawa pulang hadiah puncak Best Fiction lewat proyek debutnya, "Halima", dalam penutupan hari industri Helsinki Film Festival bertajuk Finnish Film Affair. Penghargaan diserahkan dewan juri yang terdiri dari produser eksekutif asal Amerika Serikat Jodi Hildebrand, perwakilan British Film Institute Phoebe Hall, dan direktur festival FEST-New Directors Fernando Vasquez.

Vasquez menilai proyek ini punya daya tarik tersendiri. "Suara sutradara yang energik dan autentik bersinar dalam pitch dan diterjemahkan menjadi apa yang menjanjikan sebagai penampilan utama yang memikat," ujarnya dalam pernyataan resmi.

Ia menambahkan bahwa "Halima" adalah "potret bernuansa 90-an tentang Finlandia yang belum pernah kita lihat di layar, oleh suara Finlandia yang segar."

Premis dan Latar Cerita

"Halima" mengangkat kisah seorang gadis Somalia berusia 10 tahun yang berjuang menyesuaikan diri dengan kehidupan di Finlandia pada 1998. Komedi ini dibesut Mohamud, mantan jurnalis BBC yang menempuh pendidikan perfilman di London Metropolitan University dan University of Southern California, Los Angeles.

Naskahnya terinspirasi dari pengalaman pribadi sang sutradara. "Kisah ini terinspirasi oleh keluarga saya, dan pengalaman saya tumbuh besar di Finlandia, di mana tidak ada yang pernah melihat orang kulit hitam," kata Mohamud yang kini berbasis di Dublin dan Helsinki.

Produksi dan Tonggak Sejarah

Film ini diproduksi It's Alive Films, rumah produksi yang dikenal lewat "Euthanizer" dan "100 Litres of Gold". Jani Pösö, salah satu pendiri It's Alive, menyebut "Halima" sebagai tonggak bersejarah bagi industri film Finlandia.

"Ini adalah film Finlandia pertama yang disutradarai perempuan kulit hitam. Tapi ini juga film pertama yang tidak disutradarai Teemo, salah satu pemilik perusahaan," ujar Pösö di hadapan lebih dari 500 delegasi industri.

Pösö memproduseri film ini bersama No-Office Films asal Finlandia, dengan ko-produksi Vico Films dari Irlandia. "Halima" sebelumnya memenangkan Best Pitch di Haugesund New Nordic Films 2024. Kini film berada di tahap pascaproduksi dengan jadwal pengiriman akhir tahun 2027.

Pemenang Lain di Finnish Film Affair

Dewan juri juga menganugerahkan Best Nordic Film Award senilai 3.000 euro dari Amos Anderson Fund kepada drama thriller Norwegia "11 Hours" garapan Emilie Beck. Beck dikenal lewat serial Netflix "Royalteen" dan produksi TV2 Norway "Escaping Bolivia".

Film ini diangkat dari peristiwa nyata tentang 11 jam traumatis yang dialami Sara, direktur tempat penitipan anak, bersama karyawan dan 11 anak saat seorang pria bersenjata menyandera mereka. "Pitch ini membuat kami semua langsung mencondongkan badan ke depan," kata juri.

Deretan pemain utamanya mencakup Ingrid Bolsø Berdal, Jan Gunnar Røise, Oddgeir Thune, dan Sofia Tjelta. "11 Hours" diproduksi Fenomen Studios dan Maha Film, dijadwalkan tayang di Norwegia pada September 2027 lewat Scanbox.

Kategori baru Best Genre Project senilai 2.500 euro diraih "Sauna Diplomacy" karya Teenu Niukkanen, satu-satunya komedi dari delapan proyek di Nordic Genre Lab perdana. Ceritanya berlatar musim panas 1970, tentang pegawai negeri bernama Heikki yang menjamu diplomat Soviet di pondok keluarganya, sebelum akhirnya berubah jadi permainan manipulasi dan kekuasaan.

Proyek ini sudah dibeli lebih dulu oleh Nordisk Film untuk wilayah Nordik, dengan produksi dijadwalkan mulai 2028. Sementara itu, AVEK Best Documentary Award senilai 3.000 euro jatuh ke tangan Anna Antsalo lewat film "Darkness Counts".

Kemenangan "Halima" menambah daftar proyek Finlandia yang mulai menembus perhatian pasar internasional, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi cerita-cerita dari komunitas imigran di layar sinema Nordik.

Terkini