RIAUREALITA.COM — Savart Motors melaporkan capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 75,03 persen pada model motor listrik terbarunya yang menyasar segmen menengah. Angka itu mengalahkan pencapaian model premium mereka yang diluncurkan 2023 dengan TKDN 74,27 persen. Perusahaan menyatakan terbuka jika pemerintah melibatkan mereka dalam ekosistem motor listrik nasional.
Produsen motor listrik nasional Savart Motors mengumumkan capaian TKDN terbaru mereka kepada CNBC Indonesia. Model segmen menengah yang baru masuk ini mencatat kandungan lokal 75,03 persen, naik dari model premium sebelumnya yang berada di 74,27 persen.
CEO Savart Motors William Ekaputra Taifan menyebut capaian tersebut sebagai yang paling tinggi di antara produk sejenis di Indonesia. Pihaknya pun tidak menutup kemungkinan masuk ke dalam program motor listrik nasional yang tengah dijalankan pemerintah.
Dua Model, Dua Capaian TKDN Berbeda
Savart pertama kali merilis motor listrik kelas premium pada 2023 dengan TKDN 74,27 persen. Model terbaru yang menyasar segmen menengah kini menembus 75,03 persen.
Menurut William, capaian itu diraih karena perusahaan sejak awal membangun kemampuan produksi secara bertahap, termasuk merakit sendiri komponen inti kendaraan.
Perakitan Baterai Jadi Sumber Nilai Tambah Terbesar
COO Savart Garry Surya Putra Taifan menjelaskan bahwa proses perubahan dari battery cell menjadi battery pack menyumbang tambahan nilai yang signifikan. Menurut perhitungan perusahaan, value added dari tahap itu hampir dua kali lipat dari sisi biaya.
Savart mengklaim teknologi inti kendaraan tetap berada di bawah kendali mereka meski sejumlah komponen masih diimpor. Perusahaan merekrut tenaga teknik dari berbagai perguruan tinggi Indonesia untuk membangun tim internal.
Terbuka Masuk Program Motor Listrik Nasional
William menyatakan Savart menyambut baik jika pemerintah mengajak mereka bergabung dalam ekosistem motor listrik nasional. Namun ia mengakui belum ada pembicaraan khusus ke arah tersebut.
"Dengan TKDN paling tinggi, kalau masuk didefinisikan dan bisa disebut sebagai motor listrik nasional mungkin bisa aja, kita pasti menyambut baik jika masuk ke dalam Molinas ini, meski sejauh ini belum ada pembicaraan khusus ke arah sana," kata William.
Klaim Rantai Pasok dan Serapan Tenaga Kerja
Garry menegaskan posisi Savart sebagai produsen dengan kandungan lokal tertinggi di kategori motor listrik. Selain menyerap tenaga kerja, perusahaan menyebut rantai pasoknya melibatkan banyak pelaku UMKM.
"Kalau kita ngomong kategori-kategori motor listrik nasional, sorry to say paling nasional kan kami ya. Karena kita ya dan kita kan menyerap tenaga kerja juga, multiplier effect kita, supply chain kita juga banyak yang UMKM," ujar Garry.
Savart S1-P menjadi produk yang lahir dari pengembangan teknologi internal tersebut. Meski belum sepenuhnya bebas komponen impor, perusahaan memastikan tidak bergantung pada satu pemasok tertentu.