RIAUREALITA.COM — BYD memperbarui SUV listrik kompak Atto 2 di pasar China dengan baterai anyar yang menembus jarak tempuh 501 km. Model yang di sana dikenal sebagai Yuan UP itu masih dibanderol mulai Rp 190 jutaan, dan pembaruan ini menyentuh sektor yang paling menentukan minat pembeli EV: daya jelajah.
Pembaruan Atto 2 menyasar salah satu keluhan paling sering muncul di segmen SUV listrik kompak, yaitu jarak tempuh yang kerap dianggap pas-pasan. Dengan angka 501 km, BYD menempatkan model ini di posisi yang lebih kompetitif dibanding versi sebelumnya.
Untuk konteks, Atto 2 di pasar domestik China dijual dengan nama Yuan UP. Penamaan berbeda antar pasar ini bukan hal baru bagi BYD, yang memang memakai strategi nama berbeda untuk model yang sama di tiap wilayah.
Baterai Baru Jadi Kunci Jarak Tempuh 501 Km
Perubahan utama ada di paket baterai. BYD menyematkan baterai generasi baru yang mendorong jarak tempuh hingga 501 km. Angka itu masuk kategori mumpuni untuk SUV listrik kompak yang mayoritas dipakai untuk mobilitas harian dalam kota dan perjalanan antar-kota sesekali.
Sayangnya, belum ada rincian resmi soal kapasitas baterai dalam kWh, daya motor, maupun waktu pengisian. Beberapa detail teknis lain juga masih tertutup, sehingga belum bisa dinilai seberapa efisien konsumsi energinya di kondisi nyata.
Yang jelas, jarak tempuh 501 km menempatkan Atto 2 bersaing langsung dengan sejumlah SUV listrik kompak lain di kelas harga yang sama. Angka ini juga menjadi sinyal bahwa BYD terus mendorong efisiensi baterai di lini produk entry-level mereka.
Harga Mulai Rp 190 Jutaan, Posisi di Segmen Kompak
Dari sisi harga, Atto 2 terbaru masih dibanderol mulai Rp 190 jutaan. Nominal itu membuatnya berada di kelas yang cukup sensitif, karena bersinggungan dengan SUV listrik kompak lain sekaligus sejumlah model ICE di rentang harga serupa.
Untuk pasar Indonesia sendiri, belum ada konfirmasi resmi apakah pembaruan ini akan masuk. BYD memang sudah menjual beberapa model EV di Tanah Air, tapi belum ada keterangan soal waktu peluncuran maupun harga OTR untuk versi terbaru Atto 2.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menunggu
- Detail kapasitas baterai (kWh), daya motor, dan waktu pengisian belum diumumkan resmi
- Belum ada konfirmasi ketersediaan untuk pasar Indonesia maupun harga OTR lokal
- Angka 501 km umumnya berbasis siklus pengujian standar, jarak tempuh real-world biasanya lebih rendah tergantung gaya berkendara dan kondisi jalan
- Harga Rp 190 jutaan berlaku di pasar China, potensi perbedaan pajak dan biaya impor bisa membuat harga di Indonesia berbeda
Bagi calon pembeli yang sedang mempertimbangkan SUV listrik kompak, pembaruan Atto 2 ini layak masuk daftar pantau. Tapi keputusan sebaiknya menunggu spesifikasi lengkap dan konfirmasi resmi untuk pasar Indonesia, bukan hanya berdasar angka jarak tempuh di atas kertas.