Tes Tumbuh Kembang Anak: Peran Orang Tua dan Cara Mendampingi Sesuai Tahapan

Senin, 14 September 2026 | 09:03:31 WIB

RIAUREALITA.COM — Kegiatan berlangsung Sabtu (12/9/2026), pukul 08.00–10.00 WIB, di beberapa kelas sentra: Sentra Balok, Sentra Persiapan, dan Sentra Sains. Pesertanya seluruh wali murid KB Aisyiyah 05 serta kelompok TK A.

Ini bukan pertemuan pertama. Sejak Juli 2026, saat trial class, siswa KB Aisyiyah 05 dan kelompok TK A sudah mengikuti Assessment Psikologi, Screening, dan Deteksi Dini Tumbuh Kembang lewat kerja sama sekolah dengan MBA Spartans Center.

Bedanya, pertemuan kali ini menghadirkan orang tua secara langsung. Mereka mengikuti sesi parenting, menerima hasil tes anak, lalu berkonsultasi soal perkembangan masing-masing anak.

Mengapa Orang Tua Tak Perlu Membandingkan Anak

Materi parenting disampaikan Khoirunisa SPsi dari tim MBA Spartans Center, lembaga yang bergerak di bidang assessment psikologi, screening, dan deteksi dini tumbuh kembang anak.

Dalam sesinya, Khoirunisa menekankan bahwa setiap anak punya karakteristik, kemampuan, dan waktu perkembangan yang tidak selalu sama.

"Oleh karena itu, orang tua tidak perlu membandingkan pencapaian anaknya dengan anak lain," tuturnya.

Pesan ini penting karena tes tumbuh kembang bukan ajang ranking. Hasilnya justru berfungsi sebagai gambaran awal, bahan evaluasi, dan pertimbangan untuk menentukan langkah berikutnya bila ada hal yang butuh perhatian lebih lanjut.

Apa Manfaat Tes Tumbuh Kembang bagi Orang Tua

Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal 04 Surabaya, Lilik Tarwijah SPd, menyebut kegiatan ini memberi bekal bagi dua pihak sekaligus: orang tua dan guru.

"Peran orang tua dalam tumbuh kembang anak sangat penting. Dengan adanya tes tumbuh kembang, kegiatan parenting, sekaligus konsultasi hasil tes, orang tua bisa mengetahui PR dan apa saja yang perlu dilakukan untuk membantu anak bertumbuh dengan baik," ujarnya.

Menurut Lilik, pemahaman yang baik soal tahapan perkembangan membuat sekolah dan wali murid bisa memberi pendampingan yang lebih sesuai dengan kebutuhan tiap anak.

Praktisnya, ada tiga hal yang bisa orang tua lakukan setelah menerima hasil tes:

  • Baca hasilnya sebagai potret perkembangan saat ini, bukan vonis permanen.
  • Diskusikan temuan yang perlu perhatian khusus dengan guru dan psikolog.
  • Terapkan stimulasi di rumah sesuai saran, lalu evaluasi perkembangannya secara berkala.

Kapan Perlu Konsultasi Lebih Lanjut

Hasil assessment sebaiknya tidak berhenti jadi laporan yang disimpan di laci. Bila muncul catatan soal kemampuan bicara, motorik, atau interaksi sosial anak, jadwalkan konsultasi lanjutan dengan tenaga profesional.

Deteksi dini memberi ruang lebih luas untuk stimulasi yang tepat. Semakin cepat orang tua tahu apa yang dibutuhkan anak, semakin cepat pula pendampingan bisa disesuaikan.

Sinergi Sekolah dan Orang Tua

Lewat rangkaian parenting, pembagian hasil tes, dan konsultasi ini, KB Aisyiyah 05 bersama TK Aisyiyah Bustanul Athfal 04 Surabaya berharap kerja sama dengan orang tua semakin kuat.

Sinergi itu jadi bagian penting dalam mendidik, mengasuh, dan mendampingi anak sesuai tahapan tumbuh kembangnya. Bukan sekadar menjalankan program sekolah, tetapi membangun pemahaman bersama bahwa setiap anak berhak didampingi dengan cara yang paling sesuai untuknya.

Terkini