BPH Migas Jamin Stok Pertalite Makassar Aman 14 Hari, SPBU 24 Jam Ditambah Jadi 25

Senin, 14 September 2026 | 08:42:52 WIB
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyatakan stok Pertalite di Terminal BBM Makassar aman untuk 8 hingga

RIAUREALITA.COM — Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas menyatakan pihaknya terus menjaga ketersediaan Pertalite di terminal BBM Makassar. Pasokan dikirim secara kontinu dan terjadwal dari dua kilang utama, yakni Tuban dan Balikpapan, setiap dua hingga tiga hari.

"Untuk Pertalite sekarang rata-ratanya terendah antara delapan sampai dengan 14 hari dan nanti akan dijaga dengan baik. Itu dari Tuban maupun dari Balikpapan," kata Wahyudi di Makassar, Minggu (13/9).

Pasokan Terjadwal Setiap Dua hingga Tiga Hari

Menurut Wahyudi, kondisi stok di terminal saat ini berada di level normal. Pengiriman rutin dari kilang menjadi kunci agar tidak ada kekosongan pasokan di wilayah Sulawesi Selatan.

"Pengiriman secara kontinu dan terjadwal, dua sampai tiga hari sudah dikirim dari kilang yang ada di Tuban maupun Balikpapan," ujarnya.

Langkah ini diambil setelah pemerintah daerah, Pertamina Patra Niaga, dan Pertamina pusat mengevaluasi sistem penyaluran BBM. Fokus perbaikan menyasar Pertalite dan Biosolar, dua jenis bahan bakar yang sebelumnya memicu antrean kendaraan roda dua dan roda empat di sejumlah SPBU Makassar.

SPBU Beroperasi 24 Jam Ditambah dari 11 Jadi 25

Salah satu kebijakan yang diambil adalah memperluas jam operasional SPBU. Sebelum antrean terjadi, hanya 11 SPBU di Kota Makassar yang buka penuh 24 jam. Jumlah itu kini ditingkatkan menjadi 25 unit.

"Jumlah SPBU di Kota Makassar sebelum terjadinya antrean itu ada 11 yang beroperasi 24 jam. Ini kita tingkatkan menjadi 25 SPBU yang di-upgrade dan dilakukan operasi 24 jam," kata Wahyudi.

Penambahan SPBU 24 jam dinilai bisa memecah konsentrasi pembelian di jam-jam sibuk. Pola ini juga memberi ruang bagi pengendara untuk mengisi bahan bakar di luar jam ramai, sehingga antrean tidak menumpuk di satu titik.

Antisipasi Lonjakan Permintaan di Sulawesi Selatan

Penguatan stok dan penambahan layanan SPBU disebut Wahyudi sebagai upaya menjaga kelancaran distribusi BBM. Tujuannya ganda: memastikan pasokan tidak tersendat sekaligus menekan potensi antrean panjang yang sempat dikeluhkan warga Makassar.

Dari sisi konsumen, kepastian pasokan Pertalite penting karena bahan bakar ini masih menjadi pilihan utama kendaraan pribadi maupun angkutan umum di Sulawesi Selatan. Antrean yang panjang sebelumnya sempat mengganggu aktivitas harian warga dan pelaku usaha yang bergantung pada mobilitas.

Pemerintah daerah Sulsel bersama Pertamina Patra Niaga Regional IV wilayah Sulawesi disebut akan terus memantau pergerakan stok harian. Jika kebutuhan meningkat, penambahan pasokan dari kilang bisa dilakukan lebih cepat mengingat jadwal pengiriman yang sudah berjalan rutin.

Bagi pelaku usaha SPBU, kebijakan operasional 24 jam menuntut kesiapan tenaga kerja dan infrastruktur penunjang. Namun dengan tambahan jam layanan, distribusi bahan bakar diharapkan lebih merata sepanjang hari.

Terkini