RIAUREALITA.COM — Museum Batik Indonesia (MBI) di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, menawarkan pengalaman berbeda dari sekadar melihat koleksi kain. Di sini, pengunjung bisa memegang canting dan menorehkan lilin malam panas ke atas kain, persis seperti proses membatik yang dilakukan perajin.
Workshop mencanting ini dikelola sebagai wisata edukasi. Peserta tidak hanya menonton, tetapi praktik langsung membuat batik tulis dari tahap awal hingga selesai.
Memahami Batik dari Tekniknya
Edukator Museum Batik Indonesia, Melvi Ilya Herdiana, menjelaskan bahwa workshop ini lahir dari kebutuhan memberi pemahaman mendasar soal batik. Menurut dia, banyak orang mengenal batik sebagai motif, padahal inti batik ada pada tekniknya.
"Batik merupakan teknik rintang warna atau menghias kain menggunakan canting dan lilin malam panas. Dua hal tersebut wajib untuk membuat batik. Dan semoga nantinya generasi berikutnya juga tetap tahu yang dimaksud sebagai batik ini hanya menggunakan dua bahan tersebut untuk tekniknya, bukan dengan yang lain," kata Melvi saat dijumpai detikTravel, Rabu (9/9/2026).
Dari situ, MBI menjadikan praktik mencanting sebagai jembatan agar pengunjung memahami batik secara utuh, bukan hanya dari sisi visual.
Tahapan Praktik Mencanting
Selama workshop, peserta melewati beberapa tahapan berurutan. Prosesnya dimulai dari memilih pola batik yang tersedia, lalu menggambar pola tersebut di atas kain.
Setelah pola terbentuk, peserta mulai mencanting, yakni menorehkan lilin malam panas mengikuti garis pola menggunakan canting. Tahap terakhir adalah menyelesaikan proses mencanting hingga kain siap.
Seluruh rangkaian ini berlangsung sekitar 30 menit. Peserta bisa merasakan langsung bagaimana canting tradisional digunakan, termasuk mengatur aliran lilin malam agar garis tetap rapi.
Jadwal, Tarif, dan Cara Ikut
Workshop mencanting diadakan setiap Selasa hingga Minggu dengan dua sesi, pukul 10.00 dan 13.00 WIB. Sesi pertama mensyaratkan peserta minimal 20 orang, sehingga cocok untuk rombongan atau kunjungan sekolah.
Sesi kedua lebih fleksibel. Peserta perorangan bisa mengikuti kegiatan dengan mendaftar langsung di tempat.
Untuk tarif, traveler lokal dikenakan Rp 25.000, sementara wisatawan mancanegara Rp 35.000. Biaya ini terpisah dari tiket masuk TMII dan tiket Museum Batik Indonesia. Peserta minimal berusia 4 tahun, dan anak-anak tetap perlu pendampingan selama mencanting karena menggunakan lilin malam panas.
Fasilitas dan Tips Berkunjung
Selama mengikuti workshop, traveler dapat menitipkan barang seperti tas di tempat penitipan yang tersedia. Ini membantu peserta bergerak lebih leluasa saat memegang canting.
Datanglah lebih awal, terutama jika memilih sesi pukul 10.00, untuk mengurus tiket dan pendaftaran tanpa terburu-buru. Kenakan pakaian yang tidak terlalu ketat agar nyaman saat duduk mencanting.
Karena lilin malam bersifat panas, ikuti arahan edukator soal cara memegang canting dan posisi tangan. Untuk jadwal terbaru, kuota, atau perubahan jam operasional, informasi dapat dikonfirmasi langsung ke pengelola Museum Batik Indonesia atau kanal resmi TMII.
Durasi 30 menit membuat workshop ini mudah disisipkan dalam itinerary kunjungan TMII. Traveler bisa menggabungkannya dengan wisata edukasi lain di kawasan yang sama, menjadikan satu hari kunjungan terasa lebih padat dan bermakna.