Brantas Abipraya Borong 4 TOP GRC Awards 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Sabtu, 12 September 2026 | 08:03:32 WIB
Perwakilan PT Brantas Abipraya (Persero) menerima penghargaan dalam ajang TOP GRC Awards 2026 di Jak

RIAUREALITA.COMParagraf pembuka: Penghargaan diserahkan dalam ajang TOP GRC Awards 2026 yang digelar di Jakarta. Brantas Abipraya, BUMN yang bergerak di bidang konstruksi dan pengairan, mengirimkan empat nama dari jajaran manajemen puncak dan pengawas untuk menerima pengakuan tersebut. Penerimaan award ini menandai tahun kedua berturut-turut perusahaan masuk dalam radar penilaian GRC nasional.

Siapa Saja yang Diganjar Penghargaan

Empat kategori yang dimenangkan Brantas Abipraya mencerminkan penilaian berlapis, dari tingkat korporasi hingga individu. Berikut rinciannya:

  • TOP GRC Awards 2026 #5 Star untuk PT Brantas Abipraya (Persero) sebagai entitas.
  • The Most Committed GRC Leader 2026 untuk Agung Fajawanto selaku Direktur Utama.
  • The High Performing Finance & Risk Management Director on GRC 2026 untuk Suradi selaku Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.
  • The High Performing Boards of Commissioners on GRC 2026 untuk Dewan Komisaris PT Brantas Abipraya (Persero).

Penilaian #5 Star menempatkan Brantas Abipraya di tingkat tertinggi dalam kerangka evaluasi GRC yang digunakan penyelenggara. Empat kategori ini sekaligus menyoroti peran direksi dan dewan komisaris sebagai penggerak sistem tata kelola.

GRC Bukan Sekadar Formalitas Kepatuhan

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, menyebut penghargaan ini sebagai momentum untuk memperkuat penerapan GRC di seluruh lini organisasi. Menurutnya, tata kelola yang baik berfungsi sebagai alat pengambilan keputusan, bukan hanya pemenuhan syarat regulasi.

"Empat penghargaan ini menjadi apresiasi atas penerapan GRC di Brantas Abipraya sekaligus pengingat untuk terus melakukan penguatan. Bagi kami, GRC bukan sekadar memenuhi aspek compliance, tetapi menjadi fondasi dalam mengambil keputusan yang terukur, mengelola risiko, dan menjaga keberlanjutan bisnis," ujar Dian.

Pernyataan itu menyiratkan bahwa perusahaan memandang GRC sebagai bagian dari strategi jangka panjang, terutama di sektor konstruksi yang rentan terhadap risiko operasional, pembiayaan proyek, dan perubahan regulasi.

Mengapa Tata Kelola Kian Krusial bagi BUMN Karya

BUMN konstruksi menghadapi tekanan ganda: target penyelesaian proyek infrastruktur dan pengawasan ketat atas pengelolaan keuangan. Penerapan GCG, manajemen risiko, dan kepatuhan menjadi penentu apakah perusahaan bisa menjaga kepercayaan pemerintah, mitra, dan investor.

Brantas Abipraya menopang penerapan GRC lewat sistem dan infrastruktur yang dibangun internal. Kombinasi tiga pilar — GCG, Risk Management, dan Compliance Management — diarahkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan, bukan sekadar mengejar laba jangka pendek.

Penutup: Bagi Brantas Abipraya, empat piala ini menjadi sinyal bahwa tata kelola yang rapi diakui di level nasional. Namun ujian sesungguhnya ada di lapangan: seberapa konsisten sistem GRC diterapkan saat menghadapi proyek bernilai besar dan risiko yang menyertainya.

Terkini