RIAUREALITA.COM — Tuta Films, rumah produksi di balik CATATAN SI BOY, melebarkan sayap ke genre horor lewat HASUT. Film ini disutradarai Ilya Sigma dan mengandalkan teror psikologis ketimbang penampakan makhluk halus.
Empat karakter utama dipercayakan kepada Rachel Amanda, Karina Salim, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova. Seluruh cerita berpusat pada perjalanan mereka ke hutan untuk sebuah ritual menenangkan diri.
Teror yang Datang Saat Matahari Terik
Horor di HASUT tidak menunggu malam. Ilya sengaja menempatkan sumber ketakutan pada suara hasutan yang muncul di siang bolong, saat cahaya justru membuat segalanya terlihat jelas.
Pemilihan hutan sebagai latar juga bukan karena kesan angker yang melekat padanya. Ilya memandang hutan sebagai rumah alam yang netral, bukan tempat yang sejak awal dirancang menyeramkan.
Syuting Dua Minggu, Pulang Jam 2 Siang
Seluruh pengambilan gambar dilakukan di luar ruangan dan hanya pada siang hari. Kondisi ini sempat membuat tim produksi waswas, terutama soal cuaca yang sulit diprediksi.
"Ternyata konsep yang kita pikirkan, kita awalnya takut kayak bisa enggak ya terjadi, ternyata berhasil gitu," ujar Ilya.
Proses syuting rampung dalam dua minggu. Ilya menyebut suasana di lokasi seperti piknik yang terorganisir karena berjalan santai tapi tetap efisien. Kru bahkan kerap sudah pulang pada pukul 2 siang.
Persiapan Matang di Balik Kelancaran
Produser Siera Tamihardja menyebut kelancaran tersebut buah dari latihan intensif. Para pemain menjalani reading hingga workshop langsung di lokasi syuting.
Sebelum kamera dinyalakan, tim dan pemeran lebih dulu menyusuri medan hutan yang akan dipakai. Kegiatan itu sekaligus membangun chemistry dan melatih blocking.
"Ada beberapa yang nginep, intensif juga barengan Mbak Ilya sama cast-cast-nya, semua benar-benar paham satu sama lain gitu sih, apa yang diharapkan dari di layar tuh akan seperti apa itu semua orang sudah tahu," kata Siera.
Empat Orang, Satu Ritual, Saling Curiga
HASUT mengikuti empat orang yang pergi ke hutan untuk ritual menenangkan diri. Ketenangan yang dicari tak kunjung datang. Mereka justru diteror suara misterius yang memicu tuduhan, kecurigaan, dan rusaknya kepercayaan satu sama lain.
Alih-alih menghadirkan hantu sebagai pelengkap, film ini membiarkan penonton ikut merasakan curiga dan penasaran. Pendekatan itu yang membuat HASUT berdiri di jalur berbeda dari horor Indonesia kebanyakan.
HASUT menjadi langkah Tuta Films menguji genre baru setelah sukses di drama. Film ini tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober.