Seni Turonggo Yakso Trenggalek Siap Tampil di Yeosu World Island Fair 2026

Ahad, 06 September 2026 | 12:22:31 WIB
Kesenian Turonggo Yakso dari Trenggalek akan tampil dalam Yeosu World Island Fair 2026 di Korea Sela

Jadwal dan Skala Yeosu World Island Fair 2026

RIAUREALITA.COM — Yeosu World Island Fair 2026 berlangsung selama dua bulan, tepatnya mulai 5 September hingga 4 November 2026 di Kota Yeosu. Mengusung tema Island, Connecting the Ocean and the Future, pameran berskala internasional ini menghadirkan delegasi dari 30 negara serta tiga organisasi dunia.

Kawasan pesisir Yeosu di Korea Selatan kerap menjadi panggung pertemuan maritim global karena tata kelola pulau dan akses wisatanya yang tertata rapi.

Daya Tarik Kesenian Turonggo Yakso

Turonggo Yakso menghadirkan atraksi tari jaranan dengan kekhasan bentuk kuda berwajah raksasa atau buto. Kesenian ini menyimbolkan kemenangan manusia atas hawa nafsu dan keangkaramurkaan.

  • Pertunjukan gerak tari rampak yang dinamis dengan iringan gamelan beritme cepat khas Jawa Timuran.
  • Kostum penari berkarakter muka raksasa bertaring yang mencerminkan folklor agraris Trenggalek.
  • Peluang eksplorasi produk ekonomi kreatif daerah, mulai dari suvenir kerajinan hingga kuliner khas pesisir selatan Jawa.

Konektivitas dan Fasilitas Penunjang Wisata

Keikutsertaan kesenian lokal ke panggung dunia menekankan pentingnya penguatan fasilitas di daerah asal agar wisatawan mancanegara dapat berkunjung dengan nyaman.

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong agar pembangunan infrastruktur pendukung kebudayaan dan pariwisata menjadi prioritas.

“Budaya bukan hanya dinikmati sesaat, namun harus menjadi kekuatan ekonomi. Maka infrastrukturnya juga harus menjadi prioritas pembangunan,” jelas Novita dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Infrastruktur yang dibutuhkan mencakup jalan penghubung, jaringan listrik, ketersediaan air bersih, hingga mitigasi bencana di destinasi pulau dan pesisir.

Integrasi Sistem Digital Seperti NAVER Map

Kenyamanan pelancong modern sangat bergantung pada kemudahan akses peta, rute transportasi, dan rekomendasi tempat makan lokal.

“Seperti satu data informasi, menggunakan teknologi yang memudahkan wisatawan, seperti informasi kuliner, spot destinasi wisata, spot kreatif daerah yang bisa diakses satu pintu. Di Korea Selatan, kita mengenal NAVER Map. Indonesia masih jauh dikatakan layak menjadi destinasi dunia jika tidak meng-upgrade ekosistem pariwisatanya berbasis digital,” ungkap Novita.

Keberadaan data digital terpadu memudahkan wisatawan mandiri menyusun rute perjalanan tanpa kendala bahasa atau transportasi.

Peluang Wisata Lanjutan ke Trenggalek

Melalui panggung pameran di Yeosu, Trenggalek berupaya menarik pelancong internasional untuk datang langsung ke Jawa Timur. Kabupaten di pesisir selatan ini mengandalkan sentra kerajinan, kuliner lokal, ruang pertunjukan seni, serta keindahan teluk dan pantainya.

Bagi wisatawan domestik yang ingin melihat langsung pementasan Turonggo Yakso di habitat aslinya, informasi jadwal sanggar seni serta festival lokal dapat dipantau melalui kanal resmi dinas pariwisata setempat.

Terkini