Raja Emas Indonesia Rilis KitKat Gold Rp52,6 Juta di Lampung

Ahad, 06 September 2026 | 09:42:02 WIB
KitKat Gold 20 gram dari Raja Emas dipamerkan dengan harga Rp52,6 juta di Lampung Financial Festival

RIAUREALITA.COM — Kepingan emas batangan seberat 20 gram kini tidak lagi harus disimpan dalam wujud utuh selamanya. Melalui pameran Lampung Financial Festival 2026 di Novotel Lampung, produk KitKat Gold resmi ditawarkan ke publik dengan banderol Rp52,6 juta per unit atau berkisar Rp2,6 juta per gram.

Desain fisik komoditas ini mengusung alur pemisah presisi. Konstruksi tersebut memungkinkan pemilik mematahkan lempengan utama menjadi 20 keping kecil berbobot masing-masing 1 gram secara langsung menggunakan tangan.

Mekanisme Pembelian dan Spread Empat Persen

Pembelian awal instrumen ini tetap dilakukan dalam kondisi utuh seberat 20 gram, bukan lembaran eceran sejak dari etalase gerai. Skema borongan ini membuat biaya per gram jatuh lebih terjangkau jika disandingkan dengan transaksi pecahan kecil terpisah.

"Kalau misalkan Kakaknya beli langsung 20 gram tuh lebih murah dibanding Kakak beli 1 graman aja," kata Supervisor Product Marketing Raja Emas Ajeng Nur Baetty di gerai pameran, Minggu (6/9/2026).

Keunggulan teknis lain terletak pada margin selisih harga jual kembali atau spread yang dipatok tipis, hanya 4%. Semakin tebal gramasi yang dibeli, persentase gap harga beli terhadap harga jual kembali kian menyempit sehingga kalkulasi imbal hasil pemodal lebih optimal.

Fleksibilitas Distribusi Hadiah Emas Fisik

Rancang bangun produk batangan yang dapat dipotong-potong ini membidik kebutuhan proteksi aset sekaligus fungsi sosial. Pemegang emas memiliki keleluasaan membagikan pecahan logam berharga tersebut tanpa harus repot meleburkannya kembali ke fasilitas pemurnian.

"Kalau misalkan mau dibagiin ke orang terdekat atau mau buat gift gitu kan bisa," tutur Ajeng Nur Baetty.

Pihak produsen menyatakan format emas potong ini merupakan terobosan tunggal di pasar domestik saat ini. Model fisik seperti ini diklaim menjadi portofolio eksklusif yang hanya diproduksi oleh korporasi mereka di tanah air.

"Ini satu-satunya di Indonesia. Jadi cuma punya brand kita doang di Raja Emas," pungkas Ajeng.

Literasi Finansial Pelajar dan Pembahasan OJK

Selain memajang ragam cetakan dari dimensi 0,1 gram hingga 100 gram, partisipasi pelaku usaha di ajang tersebut menyasar kelompok usia muda. Kelompok pelajar serta mahasiswa didorong mengalokasikan dana tabungan pada instrumen fisik minim risiko.

"Kalau untuk teman-teman pelajar atau mahasiswa, kita coba tanam edukasi investasi sedini mungkin. Jadi, saat mereka berpenghasilan, mereka udah tau pentingnya investasi, salah satunya emas," ujar Ajeng.

Rangkaian agenda Lampung Financial Festival 2026 pada hari kedua juga menghadirkan seminar regulasi keuangan bertajuk Investment Talk. Sesi diskusi menghadirkan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso bersama Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan RI Herman Saheruddin.

Terkini