RIAUREALITA.COM — Operasional lalu lintas udara dari dan menuju Kalimantan Barat terhambat gangguan cuaca buruk. Asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menekan visibilitas di landasan pacu Bandara Internasional Supadio, Pontianak, hingga berada di bawah batas aman operasional maskapai.
Kondisi jarak pandang yang merosot tajam memicu pembatalan serta penundaan panjang pada jadwal keberangkatan armada Lion Group, termasuk Lion Air, Batik Air, hingga Super Air Jet. Maskapai menetapkan peristiwa tersebut sebagai keadaan kahar (force majeure) karena ancaman keselamatan berada di luar kendali teknis perusahaan.
"Kondisi kabut asap dalam minggu ini menyebabkan penurunan jarak pandang di sekitar bandara sehingga mempengaruhi kelayakan operasional penerbangan," ujar Corporate Communications Strategic Lion Group Danang Mandala Prihantoro dikutip Antara, Sabtu (5/9).
Daftar Rute Lion Group yang Terdampak Kabut Asap
Kekacauan jadwal penerbangan terjadi cukup masif pada Kamis (3/9). Beberapa rute komersial utama antarpulau tidak dapat diberangkatkan sesuai rencana operasional awal akibat pekatnya kabut asap di bandara.
Dampak gangguan jarak pandang pada penerbangan grup maskapai tersebut meliputi:
- Lion Air rute Pontianak-Surabaya (JT-837): jadwal pukul 10.00 WIB tertunda dan baru terbang pukul 21.00 WIB.
- Lion Air rute Pontianak-Batam (JT-955): status penerbangan dibatalkan.
- Lion Air rute Pontianak-Batam (JT-989): jadwal pukul 16.55 WIB mundur hingga berangkat pukul 21.32 WIB.
- Batik Air rute Pontianak-Jakarta (ID-6227): status penerbangan dibatalkan demi keselamatan.
- Super Air Jet: beberapa penerbangan tujuan Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta dibatalkan.
Danang menegaskan keputusan penundaan maupun pembatalan diambil murni atas dasar keselamatan penumpang dan kru. Penundaan diberlakukan jika pesawat masih memungkinkan diberangkatkan saat cuaca membaik, sementara pembatalan diambil ketika batas waktu toleransi operasional bandara terlampaui.
Bagi calon penumpang yang penerbangannya dibatalkan, pihak maskapai membuka opsi pengalihan jadwal pada keberangkatan berikutnya atau pengembalian biaya tiket (refund) sesuai regulasi yang berlaku.
"Keselamatan tidak dapat dikompromikan. Setiap keputusan untuk menerbangkan, menunda, maupun membatalkan penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi yang ada pada saat itu," kata Danang.
Kondisi Bandara Supadio Berangsur Pulih
Pengelola fasilitas penerbangan memastikan gangguan operasional tidak berlangsung berkepanjangan. PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports mengonfirmasi aktivitas penerbangan di bandara yang berlokasi di Kubu Raya tersebut mulai bergerak menuju titik normal pada Sabtu (5/9).
Jarak pandang di area lepas landas dan pendaratan dilaporkan berangsur membaik sehingga memenuhi kembali standar minimal keselamatan penerbangan sipil.
"PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memastikan kondisi Bandara Internasional Supadio tetap kondusif, tertib dan aman, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada penumpang yang terdampak gangguan penerbangan," kata General Manager Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti.
Otoritas bandara bersama operator maskapai menyatakan terus memantau pergerakan kabut asap dan perkembangan cuaca aktual dari otoritas terkait guna mengantisipasi potensi gangguan lanjutan di jalur udara Kalimantan Barat.