Turnamen Mobile Legends ASPIMTEL Tunjukkan Esports Kini Bagian Ekosistem Digital Indonesia

Sabtu, 05 September 2026 | 07:25:02 WIB
Final turnamen Mobile Legends ASPIMTEL mempertemukan PT Telkom Infrastruktur Indonesia dengan PT Amr

RIAUREALITA.COM — Turnamen yang digelar dalam rangka Hari Bhakti Postel ke-81 itu mempertemukan perwakilan dari operator infrastruktur, perusahaan media, hingga regulator. PT Telkom Infrastruktur Indonesia keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan PT Amron Citinet di babak final.

Valuasi Industri Game Tembus Rp32 Triliun

Data Komdigi yang dipaparkan dalam acara tersebut menempatkan valuasi industri game Indonesia pada angka Rp32 triliun sepanjang 2025. Adapun pasar esports nasional diproyeksikan menembus USD2,4 miliar pada 2029.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Aryo Pamoragung, menyebut angka itu membuktikan game telah bertransformasi menjadi industri bernilai besar yang terikat erat dengan ekosistem digital nasional.

"Industri game itu bukan lagi sekadar permainan sebelah mata, ini adalah industri yang sangat besar, dan bagian dari ekosistem digital," ujar Aryo dalam keterangan resminya, Sabtu (5/9/2026).

Bukan Hanya Arena Pro Player

Ketua Umum Pengurus Nasional Indonesia Esports Association (IESPA), Ibnu Sulistyo Riza Pradipto, mencatat ekosistem esports nasional telah menyerap sekitar 68 juta gamer aktif. Namun peluang ekonominya tidak hanya dinikmati pemain profesional.

Rantai industrinya memunculkan profesi baru seperti manajer tim, penyelenggara turnamen, wasit, hingga caster atau komentator pertandingan. Masing-masing membuka lapangan kerja yang sebelumnya tidak eksis di industri konvensional.

Bagi Aryo, besarnya pasar game Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah jika tidak diimbangi produksi konten lokal. Ia mendorong lahirnya lebih banyak kreator dan developer dalam negeri agar nilai ekonomi pasar game nasional tidak terus mengalir ke produk luar negeri.

Konektivitas Jadi Tulang Punggung

Turnamen internal ASPIMTEL ini sekaligus menegaskan posisi infrastruktur telekomunikasi sebagai fondasi industri esports. Tanpa jaringan internet stabil dan latensi rendah, kompetisi game daring berskala nasional tidak akan berjalan mulus.

Penyelenggaraan esports di lingkup asosiasi infrastruktur menara telekomunikasi menjadi simbol bahwa industri ini kini membutuhkan kolaborasi lintas sektor: dari penyedia jaringan, pengembang gim, penyelenggara acara, hingga regulator.

Dengan valuasi yang terus bertumbuh dan jumlah pemain aktif yang besar, arah industri game Indonesia ke depan akan sangat ditentukan oleh seberapa cepat ekosistem pendukungnya—termasuk infrastruktur digital—ikut berkembang.

Terkini