RIAUREALITA.COM — Apple dikabarkan akan meluncurkan iPhone lipat pertama mereka, yang disebut-sebut bernama iPhone Ultra, pada acara "Surprise and Shine" yang dijadwalkan berlangsung Rabu, 9 September mendatang. Perangkat ini diposisikan sebagai produk premium dengan harga selangit, tapi sejumlah laporan dan bocoran selama setahun terakhir menunjukkan adanya kompromi besar pada spesifikasinya.
Alih-alih membawa semua teknologi terbaru, iPhone Ultra justru disebut bakal kehilangan beberapa fitur yang sudah menjadi standar di lini Pro. Hal ini memicu perdebatan di kalangan penggemar, terutama karena banderol harganya yang diperkirakan menembus USD 1.999 atau sekitar Rp 33 juta hingga Rp 41 juta (kurs Rp 16.500).
Lima Fitur yang Dikabarkan Hilang dari iPhone Ultra
Berdasarkan kumpulan rumor dari analis terkemuka seperti Mark Gurman (Bloomberg) dan Ming-Chi Kuo, berikut daftar lengkap fitur yang kemungkinan besar tidak akan hadir di iPhone lipat pertama Apple:
- Face ID / TrueDepth camera: Ketebalan perangkat disebut tidak cukup untuk menampung modul TrueDepth. Sebagai gantinya, Apple disebut akan kembali menggunakan Touch ID yang tertanam di tombol samping (side button), seperti era iPhone 7 (2016).
- Kamera Telefoto: Bagian belakang hanya akan memiliki dua kamera 48 MP (Wide dan Ultra Wide). Ini menjadi titik kelemahan utama yang disorot Mark Gurman—ia menyebut sistem kamera sebagai potensi kekecewaan terbesar bagi pembeli.
- Tombol Action: Sisi kiri perangkat disebut kosong total tanpa tombol. Ini akan menjadi iPhone pertama sejak iPhone 15 Pro yang tidak memiliki Action Button maupun sakelar senyap (silent switch).
- Slot SIM Fisik: Konsisten dengan iPhone Air, iPhone Ultra hanya akan mendukung eSIM di semua pasar.
- Konektivitas mmWave 5G: Jika Apple menggunakan modem buatan sendiri (C2), perangkat ini kemungkinan hanya mendukung 5G sub-6GHz, bukan mmWave yang dipakai operator AS.
MagSafe: Satu-satunya Kabar Baik
Kabar baiknya, setelah sempat diragukan, dukungan MagSafe akhirnya dipastikan hadir. Gurman dalam wawancaranya dengan Tom's Guide menegaskan bahwa "semua indikasi yang saya dengar adalah MagSafe masuk untuk ponsel lipat ini." Ia merujuk pada keberhasilan Apple memasukkan susunan magnet ke bodi iPhone Air yang juga sangat tipis.
Keraguan sebelumnya muncul dari model dummy yang beredar awal tahun ini. Unit tiruan dari Sonny Dickson dan Vadim Yuryev tidak menunjukkan lekukan untuk magnet internal, berbeda dengan mock-up iPhone 18 Pro yang ditampilkan berdampingan. Namun, bocoran casing pihak ketiga yang memperlihatkan cincin magnetik menjadi petunjuk awal bahwa MagSafe tetap dipertahankan.
Desain Ekstrem demi Ketipisan
Kompensasi desain ini bukan tanpa alasan. Apple dikabarkan mengadopsi pendekatan ekstrem untuk mengejar ketipisan, mirip dengan filosofi iPhone Air. Tata letak tombol pun dirombak: tombol volume dipindahkan ke tepi atas sejajar ke kanan, mirip iPad mini, sementara motherboard ditempatkan di sisi kanan perangkat.
Keputusan ini diambil untuk memaksimalkan ruang internal. Alih-alih menarik kabel melintasi layar ke sisi kiri seperti iPhone pada umumnya, Apple memilih jalur kabel langsung ke atas. Konsekuensinya, tombol Action yang biasanya berada di sisi kiri harus dikorbankan.
Harga dan Posisi Pasar yang Kontroversial
Masalah utama dari kompromi ini adalah harga. iPhone 17 Pro saat ini dibanderol mulai USD 1.099 dan memiliki semua fitur yang hilang tersebut. Bahkan jika iPhone 18 Pro mengalami kenaikan harga USD 200-300, selisihnya tetap jauh di bawah estimasi harga iPhone Ultra yang berada di kisaran USD 2.000 hingga USD 2.500.
Artinya, konsumen akan membayar hampir dua kali lipat untuk perangkat yang justru kehilangan fitur-fitur penting. Ini adalah risiko besar bagi Apple, yang biasanya identik dengan inovasi tanpa kompromi di lini produk termahalnya.
Bagi pengguna di Indonesia yang terbiasa dengan iPhone dual-SIM fisik, ketiadaan slot SIM bisa menjadi pertimbangan serius. Meski layanan eSIM sudah tersedia di operator Tanah Air, fleksibilitas kartu fisik masih menjadi kebutuhan banyak pengguna, terutama yang sering berpindah perangkat atau bepergian ke luar negeri.
Dengan segala keterbatasannya, iPhone Ultra jelas bukan untuk semua orang. Perangkat ini menyasar kolektor dan pengadopsi awal yang mengutamakan kebaruan desain lipat Apple di atas segalanya. Jika Anda termasuk pengguna yang membutuhkan kamera zoom andal atau Face ID, menunggu iPhone 18 Pro atau generasi kedua iPhone lipat mungkin adalah pilihan yang lebih bijak.