Status Gunung Merapi Siaga, Ini Panduan Aman bagi Wisatawan

Jumat, 04 September 2026 | 13:26:01 WIB
Wisatawan mengamati aktivitas Gunung Merapi dari kawasan aman saat status Siaga Level III masih berl

RIAUREALITA.COM — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat aktivitas Gunung Merapi sepanjang Kamis (3/9/2026) masih cukup intensif. Sepanjang 24 jam, tercatat 74 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–25 mm dan durasi 31,2–194,03 detik. Jumlah ini lebih dominan dibandingkan gempa vulkanik dangkal yang hanya terjadi 3 kali dengan amplitudo 5–25 mm. Ada pula 81 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2–39 mm dan durasi 8,89–65,64 detik.

Status Siaga Tetap Berlaku Sejak Lama, Pendakian Perlu Dipertimbangkan Ulang

Status Level III atau Siaga yang dipertahankan BPPTKG berarti potensi bahaya masih mengancam wilayah dalam radius tertentu dari puncak. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas di area yang telah direkomendasikan untuk dikosongkan, termasuk pendakian ke puncak untuk kepentingan wisata.

Ketentuan ini bukan sekadar formalitas. Data pergerakan magma dan material vulkanik masih terekam jelas oleh seismograf. Untuk memastikan area mana saja yang aman dikunjungi, traveler sebaiknya memeriksa peta kawasan rawan bencana yang dirilis BPPTKG secara berkala.

Rekaman Visual dan Cuaca di Puncak Sepanjang Hari

Petugas Penyusun Laporan BPPTKG, Tri Mujiyanta, dalam keterangan resminya menyampaikan kondisi cuaca di area puncak cenderung cerah, berawan, hingga mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat dengan suhu udara berkisar 12,9–26 derajat Celsius dan kelembaban 81,3–94 persen.

Secara visual, gunung teramati jelas hingga tertutup kabut saat pengamatan. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi sekitar 25 meter di atas puncak kawah.

Selain rekaman kegempaan, BPPTKG juga mencatat adanya aktivitas luncuran material secara langsung dari puncak. Ini menandakan potensi guguran lava dan awan panas masih terbuka lebar, terutama saat cuaca cerah.

Panduan Berkunjung ke Kawasan Merapi bagi Wisatawan

Bagi Anda yang tetap ingin menikmati pemandangan Merapi dari area aman, beberapa destinasi seperti Kaliurang di Sleman atau Selo di Boyolali masih dapat dikunjungi asalkan mengikuti arahan petugas setempat. Perhatikan rambu-rambu evakuasi yang tersedia di sepanjang jalur destinasi wisata.

Hindari berkemah atau mendaki di jalur yang dekat dengan aliran sungai yang berhulu di puncak. Material guguran yang terpicu hujan dapat berubah menjadi lahar dingin. Selalu konfirmasi kondisi terkini kepada petugas pos pengamatan atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.

Durasi kunjungan yang disarankan saat status siaga adalah tidak lebih dari setengah hari di area terbuka, cukup untuk menikmati panorama dari titik aman. Bila cuaca mulai berkabut tebal dan jarak pandang menurun, segera kembali ke pemukiman karena tanda-tanda aktivitas vulkanik sering sulit terlihat dalam kondisi ini.

Terkini