BENGKALIS - Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pertama di Provinsi Riau yang berlokasi di Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga akhir Juni 2026, progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan rampung pada Agustus mendatang.
Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, personel Polda Riau, IPDA Iswadi Putra, SH bersama anggota, didampingi Sekretaris Desa Pambang Pesisir Desi Rizal dan masyarakat setempat, meninjau langsung lokasi pembangunan.
IPDA Iswadi Putra menjelaskan, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program strategis nasional yang dijalankan melalui sinergi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pemerintah daerah, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
"Program ini diharapkan menjadi percontohan bagi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di daerah lain di Provinsi Riau. Pengelola juga telah dibekali pelatihan teknis agar mampu mengelola seluruh fasilitas secara profesional dan berkelanjutan," ujar Iswadi, Rabu (1/7/2026).
Ia mengatakan, di Desa Pambang Pesisir, pengelolaan KNMP dipimpin Marhalis yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bengkalis. Kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas sekitar 4.420 nelayan dan merupakan Kampung Nelayan Merah Putih pertama di Riau.
Berbagai fasilitas modern disiapkan untuk menunjang produktivitas nelayan, mulai dari dermaga, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) modern, gudang beku (cold storage), pabrik es, bantuan alat tangkap dan jaring, hingga fasilitas pendukung seperti sanitasi, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), pusat kuliner bahari, serta sarana pemasaran hasil perikanan.
"Seluruh operasional kawasan nantinya akan dikelola secara profesional oleh manajer yang telah mendapatkan pelatihan khusus dengan dukungan pemerintah daerah dan Koperasi Desa Merah Putih. Harapannya, kawasan ini benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan," katanya.
Program prioritas nasional tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas sektor perikanan, tetapi juga menjadi langkah nyata pemerintah dalam mengurangi kemiskinan serta mendorong pemerataan ekonomi di kawasan pesisir.
Kehadiran KNMP mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Pambang Pesisir. Para nelayan menilai sistem pengelolaan berbasis koperasi akan mempermudah akses terhadap permodalan, layanan perawatan kapal (docking), hingga distribusi hasil tangkapan.
Selain meningkatkan kesejahteraan nelayan, pembangunan kawasan ini juga diproyeksikan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Lingkungan kampung yang lebih tertata diharapkan berkembang menjadi sentra kuliner bahari sekaligus destinasi wisata pesisir yang mampu menggerakkan perekonomian lokal.
Program ini juga mendorong nelayan agar lebih tertib dalam mengurus perizinan usaha perikanan dan dokumen kapal.
Di sisi lain, keterlibatan generasi muda diharapkan dapat mempercepat transformasi digital melalui pemasaran hasil tangkapan maupun produk olahan ikan secara daring.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 80 persen, Kampung Nelayan Merah Putih Desa Pambang Pesisir ditargetkan segera beroperasi dan menjadi model pengembangan kawasan pesisir modern yang mampu meningkatkan kesejahteraan ribuan nelayan di Provinsi Riau.