Loading...
Cerpen Roger Sarin Mau

Kenangan Indah Terbakar Cemburu

Ilustrasi. (Caroline Vis/saatchiart.com)
Akhirnya saya sadar bahwa bayang-bayang itu selalu menghantui saya. Sesungguhnya ia sudah meninggalkan saya dalam waktu yang lama. Sejak rasa cemburu itu menyala-nyala dan meledak di dalam dada. Saat mata itu tak lagi memandang saya dan saat bibir tak mampu mengucapkan kata-kata manis. Kata-kata manis seketika berubah menjadi racun yang mampu membunuh. 
 
Tak ada kata cinta, hanya cacian yang melayang-layang.
 
Sejak saat itu kami memutuskan untuk saling melepaskan. Saat bibir kami tak mampu bersentuhan dengan manja dan saat mata kami saling memandang dengan kebencian yang berkobar-kobar. Tetapi banyangan itu selalu menganggu saya. Sentuhan yang lembut, suara yang merdu dan lesung pipi yang manis. Saya selalu mengenangnya. Rambut yang indah dan alis mata yang teratur. 
Sepertinya ia baru saja menghampiri saya dan menyentuh pipi saya dengan sentuhan yang lembut. Saya berusaha mencarinya tapi tak ada. 
 
Itu hanyalah bayangan.
 
Akhirnya saya merasakan kesepian yang mengigit dan ketidakberdayaan yang menggelisahkan. Sesuatu yang dingin menusuk ulu hati. Saya kemudian membuat secangkir kopi dan menikmatinya di tepi malam ditemani bulan sabit yang cantik. 
 
Kenangan ini sungguh tak bertepi. Saya berusaha mencari ujungnya tetapi tidak ada. Ia seperti sebuah lingkaran yang tidak berujung.
 
***
 
Kami bertemu beberapa tahun yang lalu. Pada sebuah pesta kenduri yang diselenggarakan di kampung kami. Waktu itu dia adalah seorang gadis yang sangart cantik. Matanya indah dan senyuman yang mekar di bibirnya sangatlah menawan. Ia selalu berjalan dengan lembut dan anggun.
 
Mengingat kembali kenangan indah bersamanya adalah sesuatu yang manis. Saya selalu berpikir untuk kembali ke masa itu di mana cinta bersemi dan mekar bunga-bunga yang tumbuh di dalam dada. Tapi apa daya, saya tak bisa kembali ke masa lalu. Waktu tak bisa diputar kembali. 
 
Saya tak bisa kembali ke masa lalu di mana segala cinta dan ingatan berlalu tanpa ragu. Tetapi paling tidak saya mampu menghidupkan kenangan. Kenangan adalah sesuatu yang indah di mana gelora di dalam dada selalu membara jika saya mengingatnya. 
 



[Ikuti Terus Riaurealita.com Melalui Sosial Media]






Loading...

Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : +62 0823 8944 0487
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Riaurealita.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan

Video