Ekonomi Di Kuansing Lesu, Pengusaha Tahu Turunkan Produksi 50 Persen.

Rabu, 08 Januari 2020

 

TELUKKUANTAN-Sejak 3 tahun terakhir, ekonomi masyarakat di Kuansing di rasakan sangat lesu. Akibatnya, pengusaha tahu tempe yang telah merintis usahanya sejak tahun 1988 lalu, harus menurunkan produksi hingga 50 persen.

Hal itu di katakan Aprori, pengusaha tahu dan tempe yang telah merilis usahanya sejak tahun 1988 di Kota Teluk Kuantan.

Iya mas, dulu kami bisa produksi rata rata 800 kg per hari. Tapi sejak 3 tahun terakhir, jumlah produksi rata rata kami hanya 400 kg per hari, urai Aprori Rabu siang (8/1/2020)di Teluk Kuantan.

Aprori menduga, rendahnya daya beli masyarakat akibat harga karet yang anjlok, harga sawit yang tak menentu, serta kisruh politik yang tak kunjung usai di Kuansing, imbuhnya.

Dirinya berharap, ada perbaikan ekonomi masyarakat secara keseluruhan, sehingga diharapkan bisa berdampak pada meningkatnya daya beli, pungkasnya.

Selain itu, kisruh politik, yang tak berkesudahan di Kuansing, diharapkan bisa mereda sehingga pemerintah bisa fokus melakukan perbaikan ekonomi masyarakat, tutupnya.