RIAUREALITA.COM — Apple merancang jalur pendingin khusus di engsel iPhone Duo berupa pipa grafit fleksibel untuk mengalirkan panas antara dua sisi bodi lipat. Solusi ini dikembangkan tim termal Apple bersama tim mekanik karena perangkat lipat dua kali lebih tebal saat terlipat. Pendekatan tersebut menjadi salah satu tantangan rekayasa paling rumit pada iPhone Duo.
Apple mengungkap detail arsitektur termal iPhone Duo melalui wawancara PCMag dengan Dan Murray, wakil presiden silicon engineering Apple, dan Banafsheh Barabadi, senior manager thermal product design perusahaan. Keduanya membahas bagaimana chip A20 Pro bekerja di tiga perangkat sekaligus: iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Duo.
A20 Pro menjadi chip iPhone pertama Apple yang dibangun dengan proses 2 nm. Teknologi ini sebelumnya debut lewat chip M6 di Mac mini pada Agustus. Untuk versi iPhone Duo, Apple menambahkan konfigurasi berbeda dibanding dua model lainnya.
Pipa Grafit Fleksibel di Engsel iPhone Duo
Barabadi menyebut disipasi panas pada perangkat lipat sebagai salah satu aspek desain paling menantang. Ketebalan iPhone Duo berlipat dua saat terlipat, sehingga ruang untuk membuang panas jauh lebih sempit dibanding iPhone biasa.
Apple merutekan pipa grafit fleksibel melewati engsel untuk memindahkan panas antara kedua belahan bodi. Cara ini memperluas area permukaan yang tersedia untuk pelepasan panas.
"This part need[ed] to be co-engineered between our thermal team and the mechanical team. It's a flexible material that needs to survive, as you can imagine, many hinge cycles while maintaining its thermal connectivity, and also its structural integrity throughout the product life cycle," kata Barabadi.
Material pipa harus tetap lentur, tahan terhadap siklus lipat berulang, dan menjaga konektivitas termal sekaligus integritas struktural sepanjang masa pakai produk.
Material Metal Over Foam dan Vapor Chamber Baru
Selain pipa grafit, Apple mengembangkan material bernama "metal over foam" yang menjembatani celah antara A20 Pro dan vapor chamber. Barabadi menjelaskan material ini menciptakan kopling termal dan mekanis langsung antara SoC dan vapor chamber.
"It took us months of development to get the material properties exactly right to be able to use this material," ujar Barabadi. Material yang sama juga diperiksa iFixit saat teardown iPhone 18 Pro.
Perbedaan A20 Pro di iPhone Duo
Murray menjelaskan varian A20 Pro di iPhone Duo memiliki kemampuan tambahan berupa display engine kedua. Komponen ini menjalankan layar dalam dan luar secara bersamaan.
"For iPhone Duo, we added a second display engine to support simultaneous operation of the inner and outer displays," kata Murray. Peningkatan performa CPU dan GPU memastikan pengalaman pengguna tetap mulus di kedua layar.
Pada layar dalam, Apple juga menambahkan dukungan penempatan kamera FaceTime di balik panel display. Arsitektur A20 Pro turut memindahkan DRAM ke samping prosesor alih-alih ditumpuk di atasnya.
Konteks Pasar
iPhone Duo menjadi perangkat lipat pertama Apple yang mengandalkan rekayasa termal lintas divisi. Pendekatan pipa grafit di engsel menunjukkan Apple memprioritaskan manajemen panas sebagai faktor kunci di segmen ponsel lipat, bukan sekadar menambah kapasitas baterai atau menipiskan bodi.
Bagi pengguna Indonesia yang menunggu iPhone lipat resmi, detail ini memberi gambaran bahwa tantangan utama perangkat lipat bukan hanya mekanisme engsel, tetapi juga cara membuang panas dari bodi yang berubah bentuk saat dilipat.