Gunung Ibu Maluku Utara Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu 400 Meter

Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:02:02 WIB
Gunung Ibu di Halmahera Barat erupsi dengan kolom abu setinggi 400 meter pada Kamis pagi.

RIAUREALITA.COM — Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali erupsi pada Kamis (8/10/2026) pukul 10.07 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai 400 meter di atas puncak. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi ini sebagai yang ke-24 dalam sepekan terakhir, dengan status gunung masih di Level II (Waspada). Wisatawan dan warga diminta menjauhi radius 2 kilometer dari kawah aktif.

Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia mencatat kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 65 detik.

Frekuensi Erupsi Sepanjang 2026

Sepanjang tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 4.988 letusan gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur mencatat frekuensi tertinggi dengan 1.939 letusan, disusul Gunung Ibu dengan 1.667 letusan.

Khusus dalam sepekan terakhir, Gunung Ibu sudah erupsi 24 kali. Pengamatan kegempaan pada 8 Oktober 2026 pukul 00.00-23.59 WIT menunjukkan 89 kali gempa letusan dengan amplitudo 15-28 milimeter dan lama gempa 31-81 detik.

Selain itu, tercatat 1 kali gempa hembusan dengan amplitudo 10 milimeter dan lama gempa 35 detik, serta 11 kali gempa harmonik dengan amplitudo 2-20 milimeter dan lama gempa 41-125 detik.

Status Level II dan Zona Berbahaya

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Ibu berada di Level II (Waspada). PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar gunung dan pengunjung agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah.

Perluasan sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif juga masuk zona berbahaya. Wisatawan yang berencana mendaki atau mendekati area gunung diminta mematuhi batas ini.

Dampak bagi Aktivitas Wisata

Gunung Ibu merupakan salah satu destinasi pendakian yang dikenal di Maluku Utara. Dengan status Waspada, aktivitas pendakian ke puncak tidak direkomendasikan hingga status diturunkan.

Bagi traveler yang tetap berada di sekitar Halmahera Barat, disarankan memantau informasi resmi dari PVMBG melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau kanal Badan Geologi. Informasi terkini soal aktivitas gunung dapat dikonfirmasi ke pos pengamatan setempat.

Warga dan wisatawan juga diimbau menyiapkan masker untuk mengantisipasi abu vulkanik yang terbawa angin ke arah timur. Durasi ideal kunjungan ke kawasan sekitar gunung sebaiknya ditunda hingga kondisi vulkanik dinyatakan aman.

Terkini