RIAUREALITA.COM — Museum Kesaktian Pancasila di Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, kini hadir dengan wajah baru setelah direvitalisasi dan diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah pengunjung mengaku merasakan suasana berbeda, terutama pada penataan ruang, pencahayaan, dan pendingin udara yang membuat kunjungan lebih nyaman. Bagi keluarga yang ingin mengenalkan sejarah langsung ke anak, museum ini jadi alternatif wisata edukasi di kawasan Jabodetabek.
Museum Kesaktian Pancasila di Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, resmi dibuka kembali setelah menjalani revitalisasi. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026). Sejak itu, museum ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai kalangan, mulai anak usia sekolah dasar hingga orang tua.
Antrean pengunjung datang dengan motivasi yang beragam. Ada yang sengaja membawa anak untuk belajar sejarah, ada yang kembali setelah sekian lama, dan tak sedikit yang sekadar mampir secara dadakan.
Suasana Baru yang Bikin Merinding
Sunaryo, pria 57 tahun asal Nabire, Papua, datang bersama istrinya. Ia mengaku punya kebiasaan mendatangi tempat bersejarah setiap kali berada di Pulau Jawa. Kini, ia merasakan pengalaman yang jauh berbeda dari kunjungan sebelumnya.
"Fasilitasnya mantap sekali, bagus, bahkan saya merasa merinding, macam kayak nyata gitu, kayak nyata di masa-masa itu. Dengan adanya ini betul-betul negara ini mengingatkan kita kepada masa yang mungkin tidak bisa terlupakan," kata Sunaryo saat dijumpai detikTravel, Jumat (2/10/2026).
Datang jauh dari Nabire, Sunaryo berharap generasi muda tidak hanya mengenal peristiwa Gerakan 30 September 1965 dari buku pelajaran. Menurutnya, melihat langsung situs bersejarah memberi kesan yang berbeda.
Perubahan yang Paling Terasa
Memey, 45 tahun, sudah tiga kali mengunjungi museum ini. Ia langsung menyadari perbedaan signifikan dibanding kunjungan-kunjungan sebelumnya. Ruangan kini terasa lebih adem, ber-AC, dan penataannya lebih rapi dengan tambahan elemen kaca.
"Yang sekarang sih udah pasti bagus ya, lebih bagus, adem, ber-AC. Udah gitu rapih, ada kaca-kaca," ujar Memey.
Kedatangannya kali ini memang bertujuan mengenalkan sejarah kepada anaknya. Ia ingin anaknya tumbuh dengan pemahaman langsung, bukan sekadar hafalan dari teks pelajaran.
Kunjungan Dadakan yang Berkesan
Omen, 31 tahun, datang dari kawasan Pasar Rumput. Terakhir kali ia menginjakkan kaki di museum ini saat masih duduk di bangku SD. Kini ia kembali setelah diajak istrinya secara spontan.
"Lebih bernuansa, ngena, dan membuat kita bisa ngerasain kejadian dulunya," kata Omen.
Baginya, kenyamanan ruang pamer jadi nilai tambah. Suasana yang adem membuat pengunjung betah berlama-lama menelusuri setiap koleksi.
Daya Tarik Utama untuk Wisata Edukasi
Museum Kesaktian Pancasila menyimpan koleksi yang berkaitan erat dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965. Penataan ulang ruang pamer, pencahayaan, dan teknologi yang disematkan membuat penyajian sejarah terasa lebih hidup.
Bagi pengunjung yang pernah datang sebelum revitalisasi, perubahan tata letak dan suasana ruang jadi bagian yang paling mencolok. Museum ini pun kini menjadi pilihan wisata sejarah yang ramah keluarga di kawasan Jabodetabek.
Tips Berkunjung
- Datang pada hari kerja jika ingin suasana lebih tenang dan leluasa menikmati koleksi.
- Bawa anak-anak untuk mengenalkan sejarah secara langsung, bukan hanya lewat buku.
- Alokasikan waktu 1-2 jam untuk menelusuri seluruh ruang pamer.
- Informasi terkini soal jam buka dan tiket masuk dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau kanal resmi museum.
Museum Kesaktian Pancasila cocok jadi destinasi setengah hari, terutama bagi keluarga di Jabodetabek yang ingin menggabungkan rekreasi dengan pembelajaran sejarah. Perubahan wajah museum membuat kunjungan terasa lebih nyaman sekaligus berkesan.