Danantara dan Thales Jajaki Investasi AI dan Pertahanan di Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 10:23:04 WIB
Danantara Indonesia dan Thales menandatangani nota kesepahaman untuk menjajaki investasi di bidang A

RIAUREALITA.COM — Danantara Indonesia dan Thales menandatangani nota kesepahaman untuk menjajaki investasi di bidang kecerdasan buatan, sistem pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber. Kerja sama ini membuka peluang kolaborasi dengan BUMN dalam ekosistem Danantara, sekaligus memanfaatkan pengalaman Thales selama hampir 50 tahun beroperasi di Indonesia.

MoU tersebut diumumkan melalui siaran pers di laman resmi Danantara Indonesia. Kerja sama ini diharapkan memperkuat daya saing ekonomi nasional dalam jangka panjang, meningkatkan kapasitas inovasi, serta mendukung ketahanan nasional.

Empat Sektor Strategis yang Disasar

Bagi Danantara Indonesia, keempat sektor tersebut bukan sekadar teknologi strategis. Ketiganya menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan penguatan kedaulatan nasional.

Thales sendiri telah hadir di Indonesia selama hampir 50 tahun dengan keahlian di bidang pertahanan, kedirgantaraan, keamanan siber, dan solusi digital untuk lingkungan operasional kritis.

Potensi Kerja Sama yang Dieksplorasi

Kedua pihak akan mengeksplorasi sejumlah area kerja sama konkret. Mulai dari manufaktur teknologi pertahanan, fasilitas pemeliharaan dan layanan, sistem keamanan bandara, pengembangan aplikasi AI, pusat operasi keamanan siber, hingga pengembangan teknologi pasca-kuantum.

Kemitraan ini menggabungkan kapasitas investasi Danantara Indonesia dengan keahlian teknologi Thales. Tidak menutup kemungkinan kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam ekosistem Danantara yang bergerak di sektor terkait.

Pandangan Kedua Pihak

Managing Director Strategic Technology Initiatives, CTO Office Danantara Indonesia, Ricardo Irwan Rei, menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat pengembangan industri strategis berbasis teknologi.

"Investasi pada teknologi maju, kapabilitas digital, keamanan siber, dan infrastruktur kritikal dapat mendorong transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi, serta memperkuat kemampuan industri dalam negeri," ujarnya.

Dari sisi Thales, Senior Vice-President Asia and Latin America Thales Group Guy Bonassi menyatakan antusiasme perusahaan terhadap kerja sama ini.

"Pengalaman Thales selama hampir 50 tahun di Indonesia akan mendukung pengembangan teknologi sekaligus penguatan kapabilitas industri lokal," kata Bonassi.

Profil Thales

Thales (Euronext Paris: HO) merupakan perusahaan teknologi global yang bergerak di bidang pertahanan, kedirgantaraan, serta siber dan digital. Perusahaan ini mengalokasikan sekitar €4,5 miliar setiap tahun untuk kegiatan riset dan pengembangan, khususnya di bidang kecerdasan buatan, keamanan siber, teknologi kuantum, dan cloud.

Thales memiliki lebih dari 85.000 karyawan yang tersebar di 65 negara. Pada 2025, perusahaan membukukan penjualan sebesar €22,1 miliar.

Tahap Selanjutnya

MoU ini masih merupakan kerangka kerja awal. Setiap rencana investasi yang lebih spesifik akan melalui evaluasi lebih lanjut, mengikuti ketentuan tata kelola yang berlaku, serta dituangkan dalam perjanjian definitif yang disepakati kedua pihak.

Langkah Danantara menggandeng pemain teknologi global seperti Thales menandakan arah baru pengelolaan investasi strategis Indonesia. Fokus pada AI, keamanan siber, dan teknologi pertahanan sejalan dengan kebutuhan memperkuat kedaulatan digital di tengah persaingan teknologi kawasan.

Terkini