6 Bahan Masakan yang Perlu Direndam Sebelum Diolah, Gizi Lebih Maksimal

Kamis, 24 September 2026 | 09:02:32 WIB
Ilustrasi aneka kacang-kacangan kering yang direndam sebelum diolah.

RIAUREALITA.COM — Merendam bahan makanan sebelum diolah bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, melainkan langkah penting untuk menghilangkan zat berbahaya dan meningkatkan penyerapan nutrisi. Simak panduan lengkap enam bahan masakan yang wajib direndam, mulai dari kacang-kacangan hingga kentang, agar hidangan keluarga lebih aman dan gizinya maksimal.

Banyak ibu mungkin menganggap merendam bahan masakan hanya soal melembutkan tekstur. Padahal, proses sederhana ini berperan besar menghilangkan senyawa alami yang bisa mengganggu kesehatan keluarga.

Beberapa bahan pangan mengandung antinutrisi, yaitu senyawa pelindung benih yang pada manusia justru menghambat penyerapan mineral penting seperti zat besi, kalsium, dan seng. Merendam bahan-bahan tertentu membantu melarutkan senyawa ini sekaligus mengurangi residu yang menempel di permukaan.

Mengapa Perendaman Penting untuk Kesehatan Keluarga

Perendaman bekerja lewat dua cara. Pertama, mengaktifkan enzim alami yang memecah antinutrisi sehingga mineral dalam bahan makanan lebih mudah diserap tubuh.

Kedua, air rendaman membantu melarutkan logam berat dan residu pestisida, terutama pada bahan yang tumbuh di dalam tanah atau lingkungan berair. Tanpa langkah ini, senyawa tersebut bisa ikut masuk ke tubuh saat makanan disantap.

1. Kacang-Kacangan: Kacang Merah, Kacang Hijau, dan Kedelai

Kacang-kacangan kering menempati urutan teratas bahan yang wajib direndam. Kacang merah, kacang hitam, kacang hijau, dan kedelai mengandung asam fitat yang mengikat mineral di saluran pencernaan sehingga sulit diserap.

Merendam kacang selama 8-12 jam mengaktifkan enzim fitase yang memecah asam fitat. Hasilnya, ketersediaan mineral atau bioavailability meningkat signifikan.

Perendaman juga melarutkan oligosakarida, jenis gula kompleks yang sulit dicerna dan menjadi penyebab perut kembung setelah makan kacang. Buang air rendaman sebelum memasak agar gas tidak terbentuk di usus.

Khusus kacang merah, perendaman adalah soal keamanan. Kacang merah mentah mengandung phytohaemagglutinin (PHA), sejenis lektin beracun. Pedoman U.S. Food and Drug Administration (FDA) menyarankan merendam kacang merah minimal 5 jam, lalu merebusnya hingga mendidih sempurna untuk menetralkan racun tersebut.

2. Beras Merah dan Beras Cokelat

Beras menjadi perhatian global karena isu kontaminasi arsenik anorganik. Tanaman padi menyerap arsenik dari tanah dan air lebih efektif dibanding tanaman pangan lain, dan senyawa ini terkonsentrasi pada lapisan kulit ari yang masih utuh di beras merah.

Riset Consumer Reports dan data FDA menunjukkan merendam beras semalaman lalu membilasnya hingga air jernih dapat menurunkan kadar arsenik secara signifikan. Peneliti di Inggris menyarankan memasak beras dengan air banyak seperti merebus pasta, lalu membuang sisa air tajinnya.

Kombinasi perendaman dan metode masak ini disebut mampu membuang hingga 50-60 persen kandungan arsenik. Konsekuensinya, sebagian vitamin B yang larut air ikut berkurang, jadi seimbangkan dengan sumber nutrisi lain.

3. Kentang: Cegah Akrilamida Sebelum Digoreng

Kentang menyimpan potensi bahaya jika langsung digoreng tanpa perlakuan khusus. Saat dipanaskan di atas 120 derajat Celsius, pati dan asam amino asparagin di dalamnya bereaksi membentuk akrilamida, senyawa yang berpotensi memicu kanker.

Reaksi ini dikenal sebagai Reaksi Maillard, proses yang sama yang membuat kentang goreng berwarna keemasan. Food Standards Agency (FSA) di Inggris menyarankan merendam potongan kentang mentah dalam air selama 15-30 menit sebelum digoreng.

Riset dalam Journal of the Science of Food and Agriculture memvalidasi bahwa perendaman menurunkan pembentukan akrilamida secara nyata. Jangan lupa keringkan kentang setelah direndam agar tidak meletup saat masuk minyak panas.

4. Biji-Bijian Utuh dan Oat

Biji-bijian utuh seperti gandum, jelai, dan oat juga mengandung asam fitat dalam jumlah tinggi. Merendamnya semalaman membantu memecah senyawa tersebut sekaligus mempercepat waktu masak.

Untuk oat, perendaman singkat 30 menit sudah cukup melembutkan tekstur dan membuatnya lebih mudah dicerna, terutama bagi anak yang sistem pencernaannya masih sensitif.

5. Sayuran Berdaun Lebat

Bayam, kangkung, dan sawi tumbuh dekat permukaan tanah sehingga rentan menempel residu pestisida dan kotoran. Merendamnya dalam air bersih selama 10-15 menit membantu melarutkan sisa bahan kimia yang menempel.

Tambahkan sedikit garam atau cuka ke air rendaman untuk hasil lebih maksimal. Setelah itu, bilas sekali lagi dengan air mengalir sebelum diolah.

6. Jamur dan Tauge

Jamur dan tauge mudah menyerap cairan sekaligus menyimpan kotoran di sela-selanya. Merendam jamur dalam air garam hangat sebentar membantu mengeluarkan kotoran dan hewan kecil yang tersembunyi.

Untuk tauge, rendam sebentar lalu buang kulit bijinya. Proses ini juga membuat tauge lebih renyah saat ditumis.

Kapan Perlu Lebih Hati-Hati

Perendaman terlalu lama bisa membuat tekstur bahan lembek dan nutrisi larut air berkurang. Ikuti durasi yang disarankan untuk tiap jenis bahan, dan selalu buang air rendaman sebelum memasak.

Jika bahan sudah berbau tidak sedap, berlendir, atau berubah warna setelah direndam, sebaiknya jangan diolah. Untuk anggota keluarga dengan gangguan pencernaan atau alergi tertentu, konsultasikan dulu ke dokter sebelum mengubah cara pengolahan makanan sehari-hari.

Merendam bahan masakan adalah langkah kecil yang berdampak besar. Dengan waktu tambahan beberapa jam, ibu bisa menyajikan hidangan yang lebih aman, minim risiko jangka panjang, dan gizinya lebih mudah diserap keluarga di rumah.

Terkini