Wadi-us-Salaam di Irak, Pemakaman Terbesar Dunia Seluas 9,17 Km Persegi

Senin, 21 September 2026 | 11:04:02 WIB
Wadi-us-Salaam di Najaf, Irak, tercatat sebagai kompleks pemakaman terbesar di dunia dengan luas 9,1

RIAUREALITA.COM — Wadi-us-Salaam di Najaf, Irak, tercatat Guinness World Records sebagai kompleks pemakaman terbesar di dunia dengan luas 9,17 kilometer persegi dan perkiraan 5-6 juta jenazah. Kawasan yang dijuluki "Lembah Perdamaian" ini telah digunakan secara berkelanjutan sejak abad ke-7 dan masih menerima pemakaman baru hingga kini. Skalanya hampir tiga kali lipat Central Park, New York.

Dari udara, kompleks ini tampak seperti kota luas yang membentang di pinggiran Najaf. Bangunan yang memenuhi permukaannya bukan rumah atau gedung, melainkan makam, mausoleum, dan ruang bawah tanah yang tersusun rapat.

Seberapa Luas Sebenarnya Kawasan Ini

Data antar lembaga soal luas Wadi-us-Salaam tidak sepenuhnya seragam. Guinness World Records mencatat luas 9,17 kilometer persegi, sementara citra satelit NASA menyebut kawasan tersebut mencakup sekitar 10 kilometer persegi dengan lebih dari 6 juta makam.

Perbedaan angka itu wajar. Menghitung jutaan makam yang tersebar selama lebih dari 14 abad bukan pekerjaan sederhana, sehingga angka 5-6 juta jenazah sebaiknya dipahami sebagai perkiraan, bukan hasil sensus pasti.

Mengapa Umat Syiah Ingin Dimakamkan di Sini

Lokasi Wadi-us-Salaam berdekatan dengan makam Imam Ali bin Abi Talib, sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad dan imam pertama dalam tradisi Syiah. Kedekatan itu menjadi alasan utama umat Muslim Syiah dari berbagai negara ingin dimakamkan di kawasan ini.

Di permukaan, pemandangannya berubah total dari kesan kota di udara. Pengunjung akan menemukan labirin gang sempit berkelok, batu nisan, mausoleum, dan bangunan pemakaman yang saling berdempetan.

Jejak Sejarah yang Terkubur di Dalamnya

Wadi-us-Salaam merekam lapisan sejarah Irak dan kawasan sekitarnya. Salah satu tokoh yang dimakamkan di sini adalah Muhammad Baqir al-Sadr, ulama dan aktivis politik Irak yang dieksekusi pemerintahan Saddam Hussein pada 1980.

Kawasan ini juga memiliki makam yang diyakini berkaitan dengan Hud dan Salih, dua nabi yang dihormati dalam agama Islam. Sejarah modern meninggalkan jejak tak kalah jelas, dengan bagian khusus bagi korban Perang Iran-Irak pada 1980-an dan korban pemberontakan kelompok Syiah terhadap Saddam Hussein pada 1991.

Pemakaman yang Terus Bertambah Tiap Hari

Saat Perang Irak mencapai puncaknya, aktivitas pemakaman di Wadi-us-Salaam meningkat drastis. Hingga 250 jenazah dapat dimakamkan setiap hari pada periode tersebut.

Ketika ISIS menguasai sebagian wilayah Irak pada 2014, angka pemakaman dilaporkan masih mencapai sekitar 200 jenazah per hari. Kompleks ini bukan sekadar situs bersejarah yang membeku, melainkan pemakaman aktif yang terus menerima jenazah baru.

Bentuk makamnya pun beragam, mulai dari yang sederhana hingga ruang bawah tanah, makam keluarga, dan mausoleum. Beberapa ruang bawah tanah bahkan mampu menampung banyak jenazah dalam satu kompleks keluarga.

Dengan luas yang luar biasa dan penggunaan yang tak pernah berhenti sejak abad ke-7, Wadi-us-Salaam menjadi rekaman fisik perjalanan manusia selama lebih dari satu milenium. Sejarahnya masih terus bertambah, satu makam demi satu makam.

Terkini