RIAUREALITA.COM — Anak pilek, batuk, dan bersin hampir setiap pekan membuat ibu bertanya-tanya, ini infeksi atau alergi? Dokter spesialis anak dr. Vini Jamarin, Sp.A membagikan cara membedakan keduanya, mulai dari penyebab, gejala khas, sampai langkah penanganan dan pencegahan yang bisa dilakukan di rumah.
Infeksi virus saluran pernapasan atas atau common cold jadi keluhan yang paling sering muncul di klinik anak. Penyebabnya macam-macam, dari rhinovirus yang paling umum hingga coronavirus, influenza, parainfluenza, dan respiratory syncytial virus.
Gejala khasnya berupa sakit tenggorokan, pilek, batuk, dan demam. Pada bayi dan anak kecil, gejala bisa bertahan kurang dari satu minggu sampai lebih dari dua minggu. Anak pun jadi rewel, enggan beraktivitas, atau susah makan.
Alarm yang Wajib Diwaspadai Saat Anak Infeksi
Orang tua perlu mengenali tanda bahaya saat infeksi menyerang. Menurut dr. Vini Jamarin, alarm ini berupa anak menolak makan dan minum, serta napas yang terasa berat atau cepat.
Jika muncul tanda seperti itu, jangan tunda untuk membawa anak ke dokter. Penanganan yang terlambat bisa memperburuk kondisi anak.
Tips Rumahan Redakan Gejala Infeksi
Beberapa langkah sederhana bisa membantu anak merasa lebih nyaman selama infeksi berlangsung.
- Beri sedikit madu untuk meredakan tenggorokan dan mengurangi frekuensi batuk di malam hari.
- Bersihkan hidung dengan spuit tanpa jarum dan cairan salin untuk mengeluarkan lendir serta kotoran. Tindakan ini aman, tapi sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter.
- Ajak anak berjemur di bawah sinar matahari pagi untuk meredakan hidung tersumbat dan mengencerkan dahak.
Cara Mencegah Infeksi pada Anak
Pencegahan infeksi virus bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari di rumah. Berikan anak makanan bergizi seimbang dan lengkapi imunisasi sesuai usianya.
Biasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan sebelum dan setelah bermain atau makan. Ajarkan pula etika batuk yang benar, yakni menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
Jauhkan anak dari paparan asap rokok karena dapat melemahkan daya tahan saluran napasnya.
Mengenali Alergi dan Allergic March pada Anak
Alergi berbeda dari infeksi. Sistem kekebalan tubuh anak terkait alergi mengalami transisi melalui empat kondisi utama seiring waktu, yang disebut allergic march.
- Masa bayi: eksim atau dermatitis atopik muncul lebih dulu, ditandai kulit kering, kemerahan, dan gatal.
- Masa kanak-kanak awal: sensitivitas terhadap makanan seperti susu, telur, atau kacang-kacangan umum terjadi.
- Usia sekolah: peradangan saluran napas kronis seperti asma dan kondisi mengi mencapai puncaknya.
- Remaja atau dewasa: rinitis, peradangan lapisan rongga hidung akibat alergen yang terhirup, lebih sering muncul.
Gejala Khas Alergi yang Membedakannya dari Infeksi
Alergi pada anak ditandai sejumlah gejala khas, seperti produksi air mata berlebih, bersin, hidung berair, gatal dan kemerahan di kulit, batuk, serta pembengkakan di bawah lapisan kulit.
Gejala ini umumnya muncul berulang saat anak terpapar alergen, bukan karena virus. Pola kemunculannya yang berulang inilah yang sering jadi pembeda utama dengan infeksi.
Pencegahan dan Penanganan Alergi di Rumah
Cuci perlengkapan tidur anak secara rutin dan bersihkan rumah berkala agar terhindar dari debu. Untuk alergi berat yang disertai gangguan pernapasan, penggunaan nebulizer bisa jadi salah satu penanganan yang dianjurkan dokter.
Membedakan infeksi dan alergi memang butuh ketelitian, tapi mengenali polanya membantu ibu memberi penanganan yang tepat sejak awal. Saat ragu atau gejala memburuk, konsultasi dengan dokter spesialis anak tetap langkah paling aman.